spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tingkatkan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kaltara Rangkul Mahasiswa

TARAKAN– Untuk mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara menggelar Workshop Pengawasan Partisipatif di Hotel Tarakan Plaza, Jumat (1/9/2023).

Ketua Bawaslu Provinsi Kaltara, Rustam Akif mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipatif dalam pengawasan Pemilu 2024.

“Kegiatan ini kami mengundang 100 perserta.  Dan paling banyak perwakilan mahasiswa yang kehadirannya sekitar 80 persen,” ucapnya kepada awak media usai membuka kegiatan, Jumat (1/9/2023)

Rustam menyadari bahwa anggota Bawaslu sangat terbatas sehingga membutuhkan partisipasi dari masyarakat khususnya mahasiswa. Di Kota Tarakan misalnya, kata dia, anggotanya hanya sekitar 20. Sementara untuk Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) hanya berjumlah 12 orang per kecamatan. Dengan jumlah yang terbatas itu, menurutnya pengawasan Pemilu 2024 tidak efektif.

“Harapan kita adalah bagaimana menciptakan pengawasan partisipatif. Dari semua rekan-rekan mahasiswa kami libatkan dalam pengawasan partisipatif sesuai dengan tagline Bawaslu yakni “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”. Ini tujuan kita,” ucapnya.

Baca Juga:   Lahan Mengandung Batu Bara Terbakar, Diduga Efek Cuaca Ekstrem

Rustam lanjut menjelaskan, pengawasan partisipatif yang dimaksud adalah bagaimana mereka ikut membantu pengawasan. Minimal dengan memberikan pemahaman kepada orang-orang sekitar. Terlebih, ada sekitar 20 partai Caleg Partai di Pemilu 2024 sehingga perlu pengawasan.

“Belum lagi Caleg Provinsi dan RI yang akan turun sampai ke level bawah. Inilah harapan kita, mereka ikut membantu pengawasan pada saat kampanye dan lain lain. Artinya mengawasi sesuai aturan. Jadi kan artinya ada aturan terkait dugaan pelanggaran, mereka bisa bantu mengawasi dan memberikan pemahaman bagaimana nantinya alur penanganan pelanggaran. Targetnya memberikan edukasi ke masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan bagian dari  sosialisasi Bawaslu untuk meningkatkan partisipasi dalam hal pengawasan pemilu. Hanya saja belum bisa dilakukan di semua Kabupaten atau Kota karena anggaran sangat terbatas. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER