TARAKAN – Potensi kebakaran lahan, hutan, dan permukiman di Kota Tarakan meningkat dalam dua hari ke depan. Berdasarkan peringatan dini cuaca, wilayah Tarakan berada pada kategori sangat mudah terbakar akibat kondisi lingkungan yang mendukung cepatnya penyebaran api.
Peringatan tersebut berlaku untuk periode 1 hingga 2 Februari 2026. Kondisi cuaca yang relatif panas dan kering membuat bahan-bahan ringan di lapisan atas permukaan tanah menjadi mudah terbakar, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di kawasan terbuka maupun permukiman padat penduduk.
Pengolah Data dan Informasi BPBD Tarakan, Lilik Budiono, menjelaskan bahwa peringatan dini ini dikeluarkan berdasarkan analisis parameter cuaca terhadap bahan mudah terbakar di lapisan atas tanah yang menunjukkan tingkat kerawanan tinggi.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala bentuk aktivitas yang dapat memicu munculnya api. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta lebih berhati-hati saat beraktivitas di area rawan kebakaran. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi kebakaran hunian. Penggunaan alat elektronik yang berlebihan, kelalaian saat memasak, serta meninggalkan api dalam kondisi belum padam menjadi faktor yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan permukiman.
“Masyarakat diimbau segera melaporkan jika melihat titik api atau asap. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi Call Centre 112, Nomor Darurat Pemadam Kebakaran 113, atau BPBD Tarakan di nomor 082254590564,” ucap Lilik dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).
Sementara itu, Prakirawan BMKG Tarakan, Herman, menjelaskan suhu udara di Kota Tarakan pada hari ini terpantau cukup panas namun masih dalam kategori normal.
Minimnya tutupan awan sejak pagi hingga menjelang siang membuat kondisi terasa terik, meski potensi hujan lokal masih mengintai pada siang hari akibat proses konvektif.
Suhu udara di Tarakan tercatat mencapai 32,6 derajat Celsius. Kondisi ini dipengaruhi oleh langit yang relatif cerah pada pagi hari. Meski demikian, perubahan cuaca secara mendadak masih berpeluang terjadi, termasuk hujan yang turun secara tiba-tiba di beberapa wilayah.
Herman mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan serta menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, terutama pada siang hari. Dia juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi hujan lokal yang dapat terjadi secara cepat.
Selain kondisi cuaca, pemantauan titik panas di wilayah Kalimantan Utara juga masih menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan terkini, terdeteksi tiga titik hotspot di wilayah Kabupaten Bulungan, yakni Kecamatan Sekatak dan Tanjung Palas Tengah. Serta satu lainnya berada di Kabupaten Nunukan, yakni Kecamatan Sembakung. “Tapi hotspot atau titik api tidak berada di Tarakan,” jelasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


