TARAKAN – Gempa susulan berkekuatan 4,4 Magnitudo yang mengguncang Kota Tarakan pada Sabtu (8/11/2025) sore menyebabkan sejumlah rumah warga rusak parah. Salah satunya milik Syamsir Slamet (66), warga RT 13 Kelurahan Gunung Lingkas, dimana dinding kamar dan toilet rumahnya ambruk hanya dalam hitungan detik.
“Langsung rebah, enggak sampai 5 detik,” cerita Syamsir saat ditemui di lokasi rumahnya, Minggu (9/11/2025).
Syamsir mengaku, gempa pertama sempat membuat rumahnya retak dan miring. Dia sudah merasa khawatir dan memilih tidak lagi tidur di dalam kamar. Namun saat guncangan susulan terjadi sore hari, seluruh dinding rumah akhirnya roboh. “Pertama itu retak semua, dinding miring. Begitu datang lagi sore, langsung jatuh semua. Saya sudah di luar waktu itu, takut,” ujarnya.
Rumah yang ia bangun sekitar tahun 2008 itu dihuni oleh lima orang, termasuk anak, menantu, dan cucu. Syamsir mengatakan, rumah tersebut awalnya terbuat dari kayu, kemudian diganti ke beton seiring waktu. Namun ia menduga bahan kayu yang digunakan tidak kuat. “Katanya kayu ulin, ternyata bukan. Kalau ulin, tahan. Ini kayunya lembek,” ungkapnya.
Setelah gempa, Syamsir dan keluarganya tidak lagi berani tidur di dalam rumah. Mereka memilih beristirahat di teras depan. Dia mengaku tidak memiliki tabungan dan kini hanya berharap ada bantuan dari pemerintah.
“Menunggu bantuanlah. Kalau ada, bisa dibikin lagi. Saya enggak kerja lagi, sudah umur 70 tahun lebih,” ucapnya pelan.
Syamsir mengatakan, aparat kelurahan, RT, dan petugas BPBD sudah datang mendata kerusakan rumahnya. Dia berharap pemerintah dapat memberikan program bedah rumah atau bantuan perbaikan pascagempa. “Kalau bisa, betul-betul dibantu, karena rumah ini sudah enggak bisa ditinggali lagi,” tutupnya. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


