TANJUNG SELOR — DPD Partai Golongan Karya (Golkar) kembali mengukir sejarah dengan menghadirkan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, sekaligus membuka dengan resmi Musyawarah Daerah (Musda) III DPD Partai Golkar Kaltara, kemarin.
Hasil Muswil tersebut, Syarwani kembali didapuk sebagai Ketua DPD Partai Golkar di Kaltara selama beberapa tahun ke depan.
Ketua Panitia Musda III Golkar Kaltara, H. Muhammad Nasir mengatakan, setelah proses pemilihan, pihaknya akan segera menyusun struktur kepengurusan Golkar Kaltara yang baru. Setelah itu, baru kemudian akan disusun sejumlah program kerja yang akan dilakukan oleh Partai Golkar di Kaltara.
“Kita masih ada sisa waktu satu bulan ke depan untuk menyusun struktur kepengurusan, kemudian setelah itu kita susun program,” kata H.Nasir.
Ia menjelaskan, seluruh proses akan tetap mengacu pada arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia termasuk dalam hal evaluasi internal. Jadi, kalau soal evaluasi, pasti ada evaluasi.
“Apa pun itu pasti ada plus minusnya. Kalau baik, kita tambah lebih baik. Kalau kurang, kita perbaiki,” tegas H. Nasir.
Lanjut H. Nasir, setiap posisi pengurus nanti akan diisi oleh orang yang memiliki kapasitas dan mendapat kepercayaan penuh dari partai. “Kita tunggu saja hasil tim formatur dalam menyusun kepengurusan,” katanya.
Salah satu fokus kepengurusan ke depan adalah memperkuat proses regenerasi kader, terutama dari kelompok muda, namun dirinya tidak bisa menafikan generasi muda yang dimaksud adalah mereka yang memiliki kompentensi dan kecakapan. “Dan itu ditetapkan secara proporsional. Tugas-tugas itu bisa diberikan kepada anak-anak muda, tapi tentu tidak semuanya, melainkan ada keseimbangan,” ujarnya.
Terkait strategi dan langkah kerja kepengurusan baru, Nasir mengatakan hal itu akan diumumkan setelah tim formatur menyelesaikan susunan akhir.
Ia memastikan bahwa selama satu bulan ke depan, seluruh proses konsolidasi dan komunikasi internal akan berjalan intensif. “Tentu akan dimaksimalkan dengan sisa waktu satu bulan ke depan,” tandasnya.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


