TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan pentingnya keberadaan museum sebagai sarana edukasi, pelestarian budaya, dan pewarisan nilai sejarah bagi generasi muda.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kaltara, Long Balan, menjelaskan bahwa di provinsi ini terdapat sejumlah museum yang dapat dikunjungi masyarakat. Di antaranya Museum Kesultanan Bulungan di Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, yang menyimpan jejak sejarah Kesultanan Bulungan, Museum Perang Dunia II di Kota Tarakan yang merekam jejak peristiwa perang di masa lalu, Museum Perminyakan yang menggambarkan perjalanan industri migas di Tarakan, serta Museum Flora dan Fauna Rumah Bundar yang juga berlokasi di Tarakan dengan koleksi khas ekosistem Kalimantan.
“Keberadaan museum di Kaltara sangat penting untuk menambah wawasan masyarakat, sekaligus menjadi media edukasi sejarah dan kebudayaan. Melalui museum, generasi muda bisa lebih dekat dengan perjalanan sejarah bangsanya, sekaligus menjaga warisan budaya yang ada di daerah,” ujar Long Balan, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, tingkat kunjungan masyarakat, khususnya pelajar ke museum masih perlu ditingkatkan. Karena itu, Disdikbud Kaltara terus berupaya mengedukasi sekaligus mengkampanyekan museum sebagai ruang belajar yang menarik, tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah tetapi juga sarana rekreasi edukatif.
“Harapan kami, museum dapat menjadi pusat pembelajaran yang menyenangkan. Dengan mengunjungi museum, masyarakat bisa mendapatkan pengalaman visual sekaligus merasakan langsung nilai sejarah dan kebudayaan yang pernah ada,” pungkasnya.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


