Siklon Fung Wong Bayangi Kaltara, Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mengimbau masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara), untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disebabkan oleh dampak Siklon Tropis Fung Wong yang masih berpengaruh di wilayah utara Indonesia meskipun sudah melemah.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa sistem siklon tersebut terbentuk di wilayah Laut Cina Selatan dan bergerak ke arah barat. Pergerakan ini masih memberikan dampak tidak langsung bagi Kaltara, termasuk Tarakan, Tanjung Selor, dan Nunukan.

“Dampak Siklon ini masih terasa hingga tanggal 13 November. Wilayah Kaltara berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir,” ujar Khilmi, Selasa (11/11/2025).

Dia menambahkan, potensi hujan deras paling sering terjadi pada malam hingga dini hari. BMKG mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap pohon tumbang, genangan air, serta angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba. “Kami minta warga melakukan pengecekan lingkungan, terutama pohon-pohon yang rapuh atau miring, karena berpotensi tumbang saat angin kencang,” ucapnya.

Tak hanya di daratan, fenomena cuaca ekstrem juga berdampak pada tingginya gelombang laut di wilayah perairan Kaltara. “Beberapa hari terakhir, gelombang di perairan Tarakan, Tanjung Selor, dan Sebatik mencapai 2 hingga 2,5 meter,” ungkapnya.

Meski dalam dua hari terakhir kondisi laut mulai berangsur normal, Khilmi menyebut potensi gelombang tinggi masih bisa terjadi, terutama pada malam hari. “Gelombang memang mulai mereda seiring melemahnya Siklon Fenghuang, tapi tetap perlu diwaspadai, khususnya bagi nelayan dan pengguna transportasi laut,” katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir, untuk tidak memaksakan melaut jika kondisi cuaca tidak mendukung, dan terus memantau pembaruan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG.

“Kami imbau agar tetap waspada, jangan abaikan peringatan dini. Fenomena siklon ini masih berlangsung beberapa hari lagi,” pungkas Khilmi.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER