spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Serapan Anggaran Lambat, Bupati Tegaskan Kejar Ketertinggalan

TANJUNG SELOR – Lambatnya serapan anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi sorotan Bupati Bulungan, Syarwani. Dirinya meminta hal tersebut menjadi perhatian.

Dia membeberkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan sudah melayangkan surat teguran ke OPD yang realisasi anggarannya masih rendah, meski pengerjaan fisik dan anggaran terus berjalan.

“Dengan sisa waktu yang ada, penyerapan anggaran harus lebih dioptimalkan lagi untuk mengejar target realisasi. Saya harap seluruh OPD dapat mengoptimalkan capaian, baik fisik maupun keuangan,” ungkapnya kepada mediakaltimtara.com, Senin (11/9/2023).

Diterangkannya, jika tidak ada kendala yang sifatnya di luar teknis atau force majeure, maka kegiatan fisik dan keuangan dapat berjalan sesuai target yang sudah ditetapkan.

Selain itu, pemerintah akan mengambil langkah konkret untuk meningkatkan serapan fisik maupun anggaran. Seperti melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan secara efektif, supaya mampu mendorong penyerapan anggaran secara tepat guna, tepat manfaat, efektif dan efisien.

“Kita juga akan melakukan pengadaan barang dan jasa secara transparan, akuntabel termasuk mengoptimalkan pemanfaatan lelang secara elektronik, ini bentuk daripada pelayanan pemerintah yang bersifat transparan,” jelasnya.

Baca Juga:   APBD Perubahan Dievaluasi

Dirinya menambahkan, anggaran juga diprioritaskan terhadap kegiatan yang berdampak langsung untuk kemaslahatan hajat hidup masyarakat.

Selain itu, Syarwani mengaku akan memaksimalkan sisa anggaran kontraktual untuk dialokasikan pada kegiatan yang bersifat prioritas. Termaasuk evaluasi, terhadap progress penyelesaian sehingga tidak molor dari rencana awal.

“Saya berharap, semua pemegang kegiatan untuk menyelesaikan tugasnya sesuai dengan perjanjian awal dengan pemerintah, artinya tidak molor jauh dari tenggat waktu yang ditargetkan,” tuturnya.

Hal Senada disampaikan Sekda Bulungan, Risdianto bahwa surat teguran sudah dilayangkan ke sejumlah OPD yang realisasinya rendah. “Surat peringatan itu, dipahami berpengaruh pada penilaian kinerja perangkat daerah yang berimplikasi pada sasaran kinerja pegawai,” imbuhnya.

Serapan yang lamban, kata pria berkacamata ini berkolerasi terhadap capaian kinerja OPD. “Dan dimungkinkan adanya kesenjangan terhadap Sistem Pengendalian Internal (SPI) bahkan ini bisa dikatakan tidak berjalan,” tutupnya. (tin/and)

Reporter: Martinus Nampur
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER