Sekolah Garuda Hadir di Kaltara, Peletakan Batu Pertama Dijadwalkan Oktober 2025

TANJUNG SELOR – Keseriusan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam membangun sekolah garuda baru di Kalimantan Utara (Kaltara) kini telah mencapai titik penentuan lahan.

Sebelumnya, Wakil Menteri (Wamen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie telah meninjau tiga titik lokasi calon pembangunan sekolah garuda di Kota Baru Mandiri dan Salangketo, Tanjung Buka.

Namun, setelah melakukan evaluasi, tiga lokasi tersebut tidak dipilih. Sebagai gantinya, Wamen menunjuk area di belakang Kantor DPRD Kaltara yang berada di kawasan perbukitan.

Setelah melalui proses panjang serta mendapat persetujuan pemerintah daerah, lokasi tersebut akhirnya ditetapkan. Awalnya, kebutuhan lahan untuk pembangunan sekolah garuda hanya 16 hektare. Namun setelah dilakukan perencanaan lebih lanjut, luas lahan diminta ditambah menjadi 20 hektare.

Pemerintah Provinsi Kaltara menyetujui kebutuhan itu. Bahkan dalam waktu kurang dari tiga hari, Kepala Badan Pertanahan Bulungan berhasil memecahkan satu dari dua sertifikat menjadi milik Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi dengan luas arealnya mencapai 20 hektare.

Setelah dilakukan pemecahan dari dua sertifikat tanah milik pemerintah provinsi sebelumnya, Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja cepat Badan Pertanahan Bulungan.

Ia bahkan berseloroh bahwa proses penerbitan sertifikat tersebut bisa masuk rekor MURI.

“Setelah kunjungan tim Kementerian yang saya pimpin langsung, awalnya kebutuhan lahan sebesar 16,9 hektare. Masih ada sisa 3,1 hektare yang belum tercukupi. Setelah ditelusuri, ternyata dua sertifikat tanah milik Pemprov Kaltara posisinya berdampingan. Maka saya putuskan dilakukan pemisahan pada salah satu sertifikat bernomor 45. Dengan begitu, kebutuhan lahan 20 hektare akhirnya terpenuhi,” jelas Zainal.

Ia juga memuji kerja cepat tim yang menyelesaikan proses ini siang dan malam. “Ini sangat luar biasa. Tim bekerja dengan cepat, namun tetap sesuai regulasi. Semua berkas dilengkapi di ATR/BPN, sehingga proses sertifikat bisa segera tuntas tanpa melanggar aturan,” tambahnya.

Zainal berharap penyerahan sertifikat tersebut dapat mempercepat proses selanjutnya di Kementerian. Ia optimis peletakan batu pertama pembangunan sekolah garuda bisa dilakukan pada Oktober 2025.

“Kita doakan semua berjalan lancar. Dengan begitu, Kaltara akan segera memiliki sekolah unggulan, yakni sekolah garuda baru, yang diharapkan mampu mencetak generasi putra-putri Kaltara agar siap bersaing di kancah internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Legal dan Kerjasama Direktorat Bina Talenta, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Carolina, menambahkan bahwa fasilitas sekolah garuda nantinya akan lengkap sebagai sekolah unggulan.

Selain ruang kelas representatif, juga akan dilengkapi dengan laboratorium fisika, biologi, serta fasilitas laboratorium lainnya.

“Selain fasilitas akademik, kami juga menyiapkan sarana olahraga agar anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga dapat menyalurkan minat dan hobinya. Sekolah ini juga akan dilengkapi dengan asrama,” jelasnya.

Fokus pendidikan di Sekolah Garuda adalah berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics). Pada tahap awal, penerimaan siswa dibuka untuk delapan kelas, masing-masing berisi 20 siswa, sehingga total 160 pelajar.

“Prioritas utama adalah penyediaan lahan dan pembangunan fisik sekolah. Sedangkan sarana dan prasarana akademik akan dibicarakan lebih lanjut pada tahap berikutnya,” tutup Carolina.(*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER