TANJUNG SELOR – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara menggelar kegiatan Kompetisi Olahraga dan Permainan Tradisional tingkat SMA/SMK/MA sederajat se-Kalimantan Utara.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Ahmad Yani, Tanjung Selor, mulai Kamis (23/10/2025), dan akan dilaksanakan selama dua hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara dalam memperingati hari jadi Provinsi Kalimantan Utara yang ke-13.
“Jadi kami fokuskan pada kegiatan lomba dalam rangka Pekan Kebudayaan Daerah. Selain untuk memeriahkan HUT Kaltara, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya daerah kepada generasi muda,” ujarnya.
Hasanuddin menjelaskan, jumlah peserta yang ambil bagian dalam kompetisi ini mencapai 397 orang yang berasal dari berbagai satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, MA, dan SLB sederajat di seluruh wilayah Kalimantan Utara.
Ia menegaskan, melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin menanamkan pesan moral kepada para peserta agar senantiasa menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi daerah.

“Pesan moral yang ingin kami sampaikan yaitu bagaimana kita menjaga kebudayaan dan tradisi kita. Anak-anak perlu memahami bahwa permainan tradisional adalah bagian dari warisan budaya yang penting untuk terus dijaga,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hasanuddin mengungkapkan bahwa kegiatan permainan tradisional juga menjadi upaya Disdikbud Kaltara untuk mengajak para pelajar mengurangi ketergantungan terhadap gawai atau handphone.
“Bukan berarti anak-anak tidak boleh bermain HP, boleh saja, tapi mari belajar untuk membagi waktu. Melalui permainan tradisional, mereka bisa berlatih ketangkasan, sportivitas, sekaligus mengenal kembali akar budaya lokal,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, tidak hanya dalam momentum HUT Provinsi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter dan pelestarian nilai-nilai budaya di kalangan pelajar.
“Dengan kegiatan ini kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya daerahnya. Ini bagian dari pembentukan karakter generasi muda Kalimantan Utara,” pungkasnya. (tin/and)
Reporter: Martinus
Editor: Andhika


