Potensi Gesekan, Kapolda Kaltara Fasilitasi Dialog antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan di Tarakan

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) mengambil langkah proaktif, dengan memfasilitasi pertemuan antara perwakilan ojek online dan ojek pangkalan di Kota Tarakan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyelesaikan permasalahan terkait pembatasan area penjemputan penumpang di wilayah Pelabuhan dan Bandara Juwata Tarakan.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengungkapkan, keluhan dari para pengemudi ojek online muncul karena adanya larangan bagi mereka untuk menjemput penumpang di beberapa titik strategis, termasuk pelabuhan dan bandara.

“Persoalan ini tentu bisa menjadi potensi gesekan antara ojek online dan ojek pangkalan, jika tidak segera direspons. Karena itu, kami langsung menindaklanjutinya dengan memerintahkan Polres Tarakan untuk memanggil seluruh pihak terkait dan duduk bersama mencari solusi,” ujar Kapolda.

Diketahui, di beberapa lokasi seperti area pintu masuk pelabuhan dan bandara, telah terpasang tulisan larangan bagi pengemudi ojek online untuk masuk. Papan peringatan tersebut, kata Kapolda, dipasang oleh pengelola ojek pangkalan setempat, karena ada tulisan tertanda ojek pangkalan.

“Di sana memang sudah ada larangan-larangan tertulis, seperti ‘ojek online dilarang masuk’. Peringatan itu dibuat oleh pengelola ojek pangkalan, sehingga kami memahami situasi ini sangat sensitif,” jelasnya.

Untuk mencegah konflik horizontal antara sesama pengemudi, Polda Kaltara bersama Polres Tarakan mengambil peran sebagai mediator dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), dan pengelola bandara.

“Kami berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan di daerah, agar ada kejelasan pengaturan zona operasi masing-masing. Intinya, kami ingin memastikan aktivitas transportasi berjalan tertib, adil, dan aman bagi semua pihak,” tegas Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga mengimbau para pengemudi ojek online dan ojek pangkalan, agar tetap menahan diri serta tidak terpancing provokasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa Polri akan terus menjaga kondusifitas wilayah dengan mengedepankan dialog dan solusi bersama.

“Kami berharap kedua pihak bisa saling menghormati dan menjaga situasi tetap aman. Polri hadir bukan untuk berpihak, tapi memastikan semua berjalan sesuai aturan dan tanpa konflik,” pungkasnya.(*)

Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER