TARAKAN – Suasana Natal mulai terasa di Kota Tarakan. Sejak memasuki awal Desember, sejumlah toko aksesoris mulai kebanjiran pelanggan yang berburu pernak-pernik untuk menghias rumah menjelang Natal 2025.
Di beberapa toko, pengunjung terlihat memilih berbagai dekorasi seperti pita, rumbai, lampu hias, hingga ornamen untuk pohon Natal. Antusiasme ini sejalan dengan tradisi warga yang rutin memperbarui hiasan rumah setiap tahun.
Sherin, salah satu warga Tarakan, mengatakan awal Desember selalu menjadi waktu favorit keluarganya untuk mulai menata dekorasi. Ia mengaku tahun ini lebih bersemangat karena banyak pilihan baru yang lebih variatif. Ia bersama rekannya, Mela, sudah menyiapkan sejumlah perlengkapan untuk mempercantik ruangan.
Mela menambahkan, hampir semua sudut rumah akan dipasangi dekorasi, kecuali dapur. Lampu-lampu hias sudah terpasang lebih dulu, sementara beberapa aksesori tambahan dibeli tahun ini.
“Meski beberapa harga naik, tapi saya menilai kenaikannya tidak terlalu memberatkan dibanding tahun lalu,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Peningkatan minat masyarakat juga dirasakan para pedagang. Saskia, penjaga Toko Buy Buy yang menjual perlengkapan Natal, menyebut pembeli mulai ramai sejak November. Ia mengatakan, bola-bola pohon Natal, kain rumbai, dan pohon Natal berbagai ukuran menjadi barang yang paling banyak dicari.
“Kalau pohon ukuran 150 cm harganya Rp1.850.000, dan yang 210 cm itu Rp2.550.000. Paling besar memang yang 210 cm,” ujar Saskia.
Tak hanya warga Tarakan, pembeli dari daerah sekitar seperti Nunukan juga datang untuk berburu dekorasi. Saskia menyebut sejak awal Desember, toko selalu dipadati pelanggan. Toko yang buka sejak pukul 10.00 WITA itu mencatat transaksi setiap hari, baik untuk hiasan kecil maupun pohon Natal berukuran besar.
Tren belanja dekorasi ini diperkirakan terus meningkat hingga mendekati malam Natal, seiring tradisi masyarakat mempercantik rumah menjelang perayaan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


