spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perdana, UBT Buka Fakultas Kedokteran, Pembelajaran Masih Dibantu UGM

TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) mulai menerima mahasiswa kedokteran pada tahun 2024.  Karena baru dibuka untuk pertama kalinya, maka pembelajaran fakultas kedokteran masih didampingi Dosen dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Rektor UBT, Prof. Adri Patton melalui Wakil Rektor 1 UBT, Dr. Ir. Adi Sutrisno mengatakan, total mahasiswa yang diterima sebanyak 40 yang dibagi menjadi tiga jalur.

Jalur prestasi sebanyak 12 orang. Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sebanyak 16 dan mandiri 12 orang.

“Yang daftar 190 waktu jalur prestasi. Kalau yang jalur tes ini belum bisa kita lihat. Tetapi peminat paling banyak dari Kalimantan Utara,” ucap Dr. Ir. Adi Sutrisno, Selasa (30/4/2024).

Selain Tarakan, peminat lainya juga datang dari Yogyakarta, Sumatera, dan Sulawesi. Selama perkuliahan, kelengkapan kurikulum, hingga model praktikumnya akan dibantu dosen dari UGM. Kendati demikian tahap awal ini tetap melibatkan dokter-dokter spesialis yang ada di Kaltara.

“Di tahap awal, semua dosen dari UGM, bahkan nanti sampai kelulusannya,” katanya.

Baca Juga:   Black Box Ditemukan, KNKT Selidiki Penyebab Jatuhnya Pesawat Smart Air

Saat ini, pihaknya juga tengah menyiapkan dosen UBT dan dokter-dokter dari Kaltara yang berpotensi untuk di sekolahkan. Nantinya, para dokter yang disekolahkan ini akan menggantikan dosen dari UGM yang melakukan pendampingan.

“Ada lebih 40 orang mau membantu menjadi dosen di UBT,” katanya.

Sedangkan fasilitas kedokteran untuk perkuliahan menggunakan gedung baru, yaitu Laboratorium Central Ilmu Hayati. Selanjutnya untuk kegiatan tutorial sementara menggunakan smart kelas.

Dijelaskannya, dosen mengajar dari UGM, namun terkoneksi dengan dosen yang ada di UGM. Di beberapa kesempatan, dosen UGM juga akan datang ke UBT Dikatakannya, saat ini juga sedang dalam tahap proses pembangunan gedung fakultas kedokteran.

“Terus mahasiswanya ada di dalam sebuah kelas yang terkoneksi dengan kelas yang ada di Yogyakarta. Mahasiswa di dalam kelas tetap ada dosen pendamping tetapi yang sifatnya tidak praktek. Karena kedokteran tidak boleh error, karena kalau error bahaya,” tegasnya.

Penulis: Ade Prasetia

Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER