spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Peran Tenaga Medis Dibutuhkan, Berantas Penyalahgunaan Obat-obatan

TANJUNG SELOR – Dalam menekan angka stunting di Kabupaten Bulungan, dibutuhkan peran serta tenaga medis sebagai ahli dalam urusan kesehatan masyarakat. Termasuk, berperan serta dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Asisten Administrasi Umum, Adi Irwansyah yang mewakili Bupati Bulungan, dalam kegiatan rakercap beberapa waktu lalu menuturkan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan peran bidan dalam percepatan penurunan angka stunting.

“Apalagi kita ketahui secara bersama, penurunan angka stunting menjadi program prioritas secara nasional,” ujarnya, belum lama ini.

Selain itu, kata dia, rakercab sebagai forum untuk mengevaluasi dan menyempurnakan rencana kerja tengah periode kepengurusan. Serta menyiapkan usulan untuk kongres yang akan datang.

“Rakercab juga sebagai konsolidasi dan pembinaan organisasi pada tingkat ranting dan anggota, khususnya di kecamatan se-Kabupaten Bulungan,” jelasnya.

Dia menerangkan, rakercab dirangkai dengan kegiatan midwifery update atau peningkatan kualitas pelayanan kebidanan. Sebagaimana tugas dan fungsi bidan berupa pemberian layanan kesehatan yang berkualitas, terutama terkait dengan kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga:   Wagub Yansen TP Pimpin Upacara Hari Pramuka ke-62

“Termasuk, melalui pelayanan kesehatan ibu hamil dan anak yang semakin baik, meningkatkan mutu kesehatan keluarga guna mewujudkan generasi sehat, unggul, dan berkualitas,” tuturnya.

Disamping itu, tantangan yang semakin kompleks dihadapi para bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak secara berkualitas, antara lain terkait dengan perkembangan teknologi informasi.

“Pada era digital saat ini, banyak informasi tentang obat-obatan dan kesehatan yang terkadang diterima secara mentah oleh masyarakat, tanpa mengetahui manfaat atau dampak dari salah pengunaan obat tersebut,” terangnya.

Adi Irwansyah berpesan kepada bidan agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga tidak menerima informasi secara digital dengan mentah-mentah.

“Namun harus disaring atau dicek dan ricek dengan sumber yang berkompeten sebelum diserap lebih lanjut,” pungkasnya. (tin/and)

Reporter: Martinus Nampur
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER