test
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Penyebab Penjualan Sapi Qurban di Tarakan Alami Penurunan

TARAKAN – Sejumlah pedagang mengakui penjualan sapi qurban pada tahun 2024 ini mengalami penurunan.

Salah satu pedagang sapi qurban, Basri mengatakan, tahun lalu H -14 jelang Iduladha 50 persen sapi miliknya telah laku terjual. Namun di tahun ini, sapi yang terjual baru 30 persen.

Menurutnya, murahnya harga udang dan ikan berimbas pada penjualan sapi. Dijelaskannya, selama ini pembeli sapi qurban di Tarakan didominasi kalangan petambak.

“Ada kemarin saya tanya langganan kenapa ndak beli sapi. Mereka jawab murah udang murah ikan,” ucapnya di Tarakan, Selasa (4/6/2024).

Iduladha 2024 ini, Basri menyediakan sebanyak 53 ekor sapi, namun hingga saat ini baru 10 yang laku terjual. Sapi tersebut dibeli oleh petambak.

Adapun sapi yang dijualnya berjenis Bali dan Limosin, mayoritas didatangkan dari Gorontalo. Sapi Bali dijual mulai dari Rp 30 hingga 33 juta sedangkan Limosin Rp 40 sampai 50 juta.

Pedagang lainnya yang mengeluhkan adanya penurunan omset penjualan sapi, ialah Soleh.

Soleh yang sehari-harinya menjual sapi di kawasan Jalan Bhayangkara, Pasir Putih, Tarakan Barat ini mengungkapkan ada penurunan penjualan sapi dibanding tahun lalu.

Menurutnya, ekonomi Tarakan yang menurun berimbas pada penjualan sapi

“Peternak sapi ini kalau penghasilan petambak bagus yah peternak juga bagus. Soalnya peternak ini kan mengandalkan petambak. Ini panen kurang dan harga juga turun,” kata Saleh.

Biasanya pada tahun lalu, kebanyakan masyarakat Tarakan mencari sapi dengan harga Rp 40 juta ke atas, namun di tahun ini pembeli mencari sapi dengan harga Rp 30 ke bawah.

“Makanya sapi sekarang yang banyak laku itu Rp 25 juta,” katanya.

Diakuinya, banyak langganannya yang mengeluh bahwa tak lagi bisa berkurban karena anjloknya harga udang dan ikan. Dari 205 sapi yang dimilikinya, sekitar 80 sapi yang baru terjual.

Iduladha yang menyisahkan 13 hari lagi, Soleh berharap sapi-sapi yang dijualkan seluruhnya laku sehingga dia tidak mengalami kerugian.

Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER