spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Penuhi Kebutuhan Ramadan, Bulog Datangkan 2500 Ton Beras ke Tarakan

TARAKAN – Perum Bulog Tarakan akan mendatangkan beras sebanyak 2500 ton.  Beras tersebut didatangkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat Tarakan di Bulan Ramadan.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Tarakan, Sri Budi Prasetyo mengatakan, beras tersebut diperkirakan datang pada Minggu (3/3/2024) besok.

“Beras 2500 ton ini sedang dalam perjalanan. Paling cepat datangnya tanggal 26 Februari tapi ternyata ada informasi gelombang tinggi dan cuaca tidak baik jadi kemungkinan molor. Sehingga datangnya itu 3 Maret 2024,” ungkap Budi di Tarakan, belum lama ini.

Budi lanjut menjelaskan, saat ini Bulog memiliki stok beras sebanyak 247 ton. Namun stok tersebut akan bertambah seiring kedatangan 2500 ton.

Dengan kedatangan 2500 ton beras diharapkan dapat menutupi kebutuhan masyarakat Tarakan hingga Ramadan bahkan Idul Fitri.

“Kebutuhan Kota Tarakan inikan perbulan 1600. Karena kalau lihat asumsi angka BPS 1600 ton per bulannya untuk beras di Tarakan. Insyaallah beras aman. Beras pun tidak hanya di sini, karena Bulog ada kantor cabang atau wilayah lain. Artinya jika tempat itu kosong akan segera datang ndak mungkin beras kosong. Karena kami juga merencanakan kapan beras itu datang,” tegasnya.

Baca Juga:   Alokasikan Rp 4 Miliar untuk Atasi Stunting di Tarakan

Ketersediaan beras ini, lanjut Budi, merupakan stok ketahanan pemerintah yang artinya bisa digunakan untuk stabilisasi.

Untuk itu, menjelang Ramadan pihaknya bersama dinas terkait berencana melakukan operasi pasar atau gerakan pangan murah. Selain beras, gula dan minyak goreng juga direncanakan akan dijual.

“Dengan total ini bisa sampai setelah lebaran. 2500 ton datang kan ditambah 247 ton. Ada sekitar 2700 ton nanti kita gunakan operasi pasar ataupun bantuan pangan. Itu bisa sampai akhir Maret sampai menjelang Idul fitri atau bahkan h+1 Idul fitri. Kita juga bisa tambah sambil melihat ketersediaan. Artinya aman stok,” katanya.

Ia mengatakan, beras yang datang merupakan SPHP yang ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Adapun Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras SPHK dijual senilai Rp 11.500 per kilogram.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER