
BERAU – Sejumlah indikator pembangunan di Kabupaten Berau menunjukkan perkembangan yang menggembirakan sepanjang tahun 2025. Tidak hanya tingkat pengangguran yang mengalami penurunan, angka kemiskinan juga berkurang dan kualitas hidup masyarakat yang tercermin dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus mengalami peningkatan.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa berbagai program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengungkapkan bahwa kondisi pasar kerja di daerah menunjukkan tren yang semakin membaik. Hal itu terlihat dari menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang menjadi salah satu indikator utama keberhasilan penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan data pemerintah daerah, TPT Kabupaten Berau turun dari 5,15 persen pada tahun 2024 menjadi 4,4 persen pada akhir tahun 2025.
“Hal ini menunjukkan adanya peningkatan serapan tenaga kerja di pasar kerja daerah,” ujarnya.
Menurut Sri Juniarsih, penurunan angka pengangguran tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi di berbagai sektor terus bergerak dan mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa dunia usaha dan investasi di Berau masih memiliki daya tumbuh yang cukup baik.
Tak hanya itu, penurunan pengangguran turut berdampak pada membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat. Data yang dimiliki pemerintah daerah mencatat angka kemiskinan di Berau juga mengalami penurunan dari 5,08 persen pada tahun 2024 menjadi 4,44 persen pada tahun 2025.
Berkurangnya jumlah masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dinilai sebagai hasil dari berbagai program pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyasar peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara langsung.
“Penurunan angka pengangguran dan kemiskinan ini menunjukkan bahwa pembangunan yang dilaksanakan mulai memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Berau juga terus mengalami peningkatan. Hal tersebut tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari 77,17 pada tahun 2024 menjadi 77,72 pada tahun 2025.
Peningkatan tersebut mengantarkan Berau berada di peringkat keempat tertinggi untuk capaian IPM di Provinsi Kalimantan Timur. Angka ini mencerminkan perkembangan pada sektor pendidikan, kesehatan, serta daya beli masyarakat yang semakin membaik.
Sri Juniarsih menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah juga menjadi faktor penting yang mendorong perbaikan berbagai indikator pembangunan tersebut. Dari total 17 lapangan usaha yang ada, sebanyak 16 sektor tercatat mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025.
Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 19,68 persen. Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di daerah terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Sebanyak 16 dari 17 lapangan usaha pada tahun 2025 mengalami pertumbuhan positif. Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 19,68 persen,” jelasnya.
Pemkab Berau memandang capaian tersebut sebagai modal penting untuk terus mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga tren positif tersebut melalui kolaborasi dan dukungan terhadap berbagai program pembangunan.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk ikut berkontribusi dan membangun kerja sama dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. (adv)


