spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pencarian Pesawat Perintis Tarakan-Binuang Dilanjutkan Besok

TARAKAN – Pesawat perintis milik maskapai Smart Air rute Tarakan-Binuang hingga kini belum juga ditemukan. Hal itu disampaikan Kepala Basarnas Tarakan, Syahril dalam pers rilisnya di Bandara Juwata, Jumat (8/3/2024) sore.

Syahril menjelaskan, informasi awal lost contactnya pesawat diterima Basarnas pukul 11.26 WITA. Basarnas kemudian melakukan penyisiran ke sejumlah titik lokasi diduga jatuhnya pesawat. Namun, hingga saat ini belum juga ditemukan.

“Pukul 16.57 heli bell milik Kodam Mulawarman take off dari Tarakan menuju Binuang. Operasi SAR dihentikan sampai pukul 19.00 WITA karena kondisi cuaca yang sudah gelap. Apabila ditemukan objek diduga pesawat kami akan informasikan,” katanya.

Berdasarkan informasi, pesawat tersebut terdeteksi jatuh di Gunung Batu Narit. Dimana lokasi itu berada sekitar 4 kilometer dari titik bandara perintis Binuang di Krayan Tengah.

Terkait kabar tersebut, Syahril membenarkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai hal itu. Namun Basarnas belum menerima informasi lebih lanjut karena putusnya komunikasi. Dikatakannya, karena cuaca sudah semakin gelap maka tim SAR memutuskan pencarian akan dilanjutkan besok.

Baca Juga:   Polisi Ungkap Hasil Visum Mayat Perempuan di Kampung 1 Tarakan

“Kami dapat kabar dari lapangan bahwa ada dugaan dari masyarakat setempat yang mendengar ledakan diduga jatuhnya pesawat. Masyarakat sudah melaksanakan pergerakan ke titik suara ledakan itu namun kita belum mendapatkan kabar karena terputus jaringan,” paparnya.

Sementara itu, Komandan Lanud Anang Busra, Kolonel Pnb Bambang Sudewo menjelaskan, sebelum memulai pencarian besok pihaknya akan menunggu laporan dari petugas di Binuang.

“Menunggu cuaca terbuka. Karena percuma juga kalau langsung masuk ke sana dalam kondisi kabut itu akan menyulitkan. Jadi kita benar-benar nanti koordinasi antara Long Bawa, Binuang dan Malinau. Itu kita koordinasikan karena tiga segitiga itu satu similar kondisi cuacanya. Rata-rata normalnya di pukul 08.00,” katanya.

Untuk diketahui, pesawat hilang kontak tersebut diisi seorang Pilot dan seorang engineering yang memuat sembako untuk kebutuhan masyarakat di Krayan Tengah. Berdasarkan informasi, titik jatuh pesawat tak jauh dari ruas jalan antar kecamatan.

Pesawat dengan rute Tarakan menuju Binuang, Krayan Tengah dikabarkan hilang kontak. Karena, pesawat milik maskapai Smart AIR itu seharusnya tiba di Binuang, Krayan Tengah pukul 9.25 WITA setelah take off dari Bandara Tarakan pukul 8.25 WITA. (apc/and)

Baca Juga:   Potensi Menggiurkan, Kementrian Kelautan dan Perikanan Bakal Seriusi Budidaya Rumput Laut di Kaltara

Reporter: Ade Prasetia

Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER