TARAKAN — Pengungkapan kasus sindikat penggelapan mobil rental mendorong Polres Tarakan melakukan pembenahan pada alur pengawasan kendaraan, terutama yang keluar dan masuk wilayah Tarakan. Namun, di balik upaya pengetatan, kepolisian menegaskan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.
Kasat Lantas Polres Tarakan, AKP Rudika Harto Kanajiri, mengatakan pihaknya kini menguatkan koordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk otoritas pelabuhan, untuk memastikan setiap kendaraan yang melintas dapat terpantau tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurutnya, proses identifikasi kendaraan sebenarnya sudah jauh lebih mudah berkat integrasi data melalui ETLE, yang menyimpan informasi lengkap mulai dari nomor kendaraan hingga identitas pemilik. “Dalam sistem, semuanya sudah terbaca. Pemilik, alamat, semuanya terekam,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Meski demikian, Rudika menegaskan bahwa tidak semua mekanisme pengawasan dapat diberlakukan secara kaku. Dia mencontohkan soal surat jalan, yang tidak bisa diwajibkan begitu saja kepada masyarakat. “Kami tidak bisa memaksakan masyarakat mengurus surat jalan. Biasanya mereka datang ketika memang butuh, dan kami bantu berdasarkan identitas atau nomor kendaraan,” terangnya.
Dia menambahkan bahwa Polres Tarakan terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk penerbitan surat keterangan perjalanan bila diperlukan warga. Koordinasi dengan pihak pelabuhan juga diperkuat untuk memastikan screening kendaraan lebih efektif.
“Asal ada permintaan, kami bantu maksimal. Pelayanan cepat dan tepat tetap kami kedepankan,” tutupnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


