TANJUNG SELOR – Seorang oknum kepala sekolah di Kabupaten Bulungan saat ini tengah menjalani proses hukum di Polresta Bulungan. Hingga kini, kasus yang menjerat yang bersangkutan masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, khususnya di sektor pendidikan.
Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa apabila oknum kepala sekolah itu terbukti bersalah, maka sudah sepatutnya dijatuhi sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil langkah administratif, termasuk pemberhentian sementara, seiring dengan proses hukum yang sedang berjalan.
Bupati Syarwani menjelaskan bahwa proses kepegawaian terhadap oknum tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan, setelah yang bersangkutan resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum.
“Kalau sudah ada penetapan tersangka dan aturan kepegawaian memungkinkan, tentu bisa dilakukan pemberhentian sementara, hingga berujung pada pemecatan sebagai ASN,” tegas Syarwani.
Ia menekankan bahwa dalam penanganan kasus ini, proses hukum dan proses kepegawaian akan berjalan secara paralel dan profesional. Pemerintah daerah, kata dia, memastikan tidak akan melakukan intervensi dalam proses hukum yang sedang ditangani oleh kepolisian.
Menurut Syarwani, kasus yang melibatkan oknum kepala sekolah tersebut harus disampaikan secara terbuka kepada publik, mengingat peristiwa ini telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bulungan dan berpotensi merusak kepercayaan masyarakat.
“Ini memalukan dunia pendidikan kita, dan harus kita sampaikan apa adanya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menyinggung adanya sejumlah kasus lain di sektor pendidikan yang pernah terjadi sebelumnya. Hal tersebut, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa sistem pengawasan di lingkungan sekolah masih perlu diperkuat dan dibenahi secara menyeluruh.
Ia menilai peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi dan koreksi bersama dalam melihat potret pendidikan daerah, termasuk dalam hal pembinaan sumber daya manusia, etika profesi, serta tata kelola manajemen sekolah ke depan.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Syarwani berharap keterlibatan para guru senior, pengawas sekolah, serta komite sekolah dapat diperkuat. Peran aktif berbagai pihak dinilai penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, berintegritas, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
“Keterlibatan berbagai pihak ini diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan dunia pendidikan dapat dijaga bersama,” tandasnya. (tin/and)
Reporter: Martinus
Editor: Andhika


