Nataru 2025, Gelombang dan Angin Kencang Bisa Ganggu Transportasi Laut dan Udara

TARAKAN — Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, BMKG Tarakan memperingatkan adanya potensi gangguan pada sektor transportasi laut dan udara akibat dinamika cuaca ekstrem di wilayah Kalimantan Utara.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, mengatakan intensitas hujan sedang hingga lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi berpeluang terjadi selama periode puncak mobilitas masyarakat akhir tahun.

“Dalam seminggu ke depan kondisi atmosfer di Kaltara dipengaruhi monsoon Asia yang membawa udara basah. Ini memicu pertumbuhan awan hujan yang signifikan dan berdampak pada tingginya potensi hujan serta angin kencang,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Menurut Sulam Khilmi, keberadaan bibit siklon tropis 93W di perairan Filipina turut memperkuat peningkatan kecepatan angin. Jika berkembang, bibit siklon tersebut dapat memicu gelombang tinggi di wilayah perairan Kaltara dan memperburuk kondisi bagi pelayaran.

“Ketika tekanan udara semakin rendah, angin akan semakin kencang. Ini membuat gelombang bisa naik, dan sektor pelayaran perlu meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Di sektor penerbangan, perubahan cepat kondisi cuaca, termasuk angin kencang dan hujan intensitas tinggi, berpotensi mengganggu jadwal keberangkatan maupun pendaratan pesawat.

“BMKG bertugas memberi warning atau abah-abah. Kami tidak menentukan boleh-tidaknya transportasi beroperasi, tetapi seluruh informasi potensi cuaca ekstrem akan disampaikan kepada KSOP, AirNav, dan otoritas penerbangan,” kata Sulam.

Dia memastikan BMKG Tarakan menjalankan operasi pemantauan 24 jam dengan tiga tim yakni observasi, teknisi, dan forecaster. Radar cuaca, satelit, serta alat pantau di pelabuhan Malundung tetap aktif, didukung UPS dan genset untuk memastikan tidak ada gangguan layanan informasi cuaca.

“Kami bekerja penuh pada masa Nataru. Setiap ada indikasi peningkatan signifikan gelombang, angin, atau curah hujan, informasinya akan langsung kami kirimkan ke semua stakeholder,” tegasnya.

Sulam Khilmi juga mengingatkan masyarakat, termasuk nelayan dan operator kapal, untuk rutin memantau peringatan dini tiga harian BMKG, serta laporan cuaca harian 24 jam.

“Agar tujuan liburan Nataru bisa berjalan aman dan menyenangkan, semua pihak harus peduli dan mematuhi informasi cuaca,” ucapnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER