TANJUNG SELOR — Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus launching Aplikasi BULAN (Bulungan Akuntabilitas Non Tunai), yang menjadi bagian dari percepatan digitalisasi dan inklusi keuangan daerah, Senin (17/11/2025).
Salah satu layanan publik yang menjadi sorotan dalam agenda ini adalah transaksi pembelian tiket speedboat di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, yang hingga kini masih memakai sistem manual.
Pemerintah daerah menargetkan layanan tersebut segera bertransformasi menuju sistem pembayaran digital. Pelayanan itu juga diproyeksikan bakal diterapkan secara bertahap.
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan bahwa perubahan dari konvensional ke digital tidak akan dilakukan secara tiba-tiba. Menurutnya, perlu ada proses sosialisasi agar masyarakat memahami sistem baru tersebut dan tidak gagap teknologi.
“Kita harus menyadari bahwa tidak semua warga memiliki gawai atau terbiasa dengan layanan digital. Karena itu, transisi ini dilakukan secara perlahan,” ujar Syarwani, Senin (17/11/2025).
Ia menjelaskan, pada tahap awal akan tetap disediakan opsi layanan manual. Namun pemerintah tetap mendorong agar sistem digital menjadi pilihan utama masyarakat.
“Nanti memang ada ruang atau space bagi yang ingin tetap memakai cara konvensional. Tapi digitalnya tetap kita dorong. Sehingga ke depan, mindset masyarakat pengguna jasa kepelabuhanan ini akan berangsur beralih,” jelasnya.
Namun, dalam prakteknya Pemkab Bulungan meminta dukungan dari Bank Indonesia perwakilan Kaltara, dalam mendukung realisasi daripada program tersebut.
Bupati mengungkapkan bahwa percepatan digitalisasi tidak bisa dilakukan secara kaku. Ia berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan sendirinya tanpa paksaan.
“Kalau kita langsung kunci semua layanan menjadi serba digital, pasti akan ada reaksi dari penumpang. Jadi, kami mohon izin kepada Kepala BI Perwakilan Kaltara, capaian digitalisasi tidak harus langsung 100 persen. Namun kami berkomitmen untuk mencapai target semaksimal mungkin,” katanya.
Syarwani menambahkan, upaya ini juga merupakan tindak lanjut dari saran dan rekomendasi Bank Indonesia agar sistem transaksi di daerah semakin transparan dan akuntabel.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik bukan hanya sekadar program daerah, tetapi juga bagian dari enam agenda transformasi pemerintah, salah satunya transformasi kesehatan.
“Ini bukan hanya sekadar diskusi dalam Aplikasi BULAN. Regulasi dari Menteri Kesehatan juga menetapkan enam target transformasi. Salah satunya adalah transformasi digital kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan digitalisasi tiket speedboat dapat menjadi contoh penerapan transformasi di sektor pelayanan lainnya, termasuk kesehatan, pendidikan, dan administrasi pemerintahan.
Lewat Aplikasi BULAN dan dorongan kuat menuju non-tunai, Pemkab Bulungan berharap tingkat akuntabilitas, efisiensi, dan kenyamanan layanan publik semakin meningkat. (*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


