spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lakukan Monitoring untuk Jamin Keselamatan Penerbangan

TARAKAN – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan bakal melaksanakan monitoring penerbangan di Bandara International Juwata Tarakan. Hal ini dilakukan guna menjamin kelancaran dan keselamatan penerbangan menyambut libur Lebaran 2024.

Hal itu disampaikan Inspektur Navigasi Bandar Udara Wilayah VII, Ahadiat Adhi Yudistira di Tarakan belum lama ini.

Kendati tidak menyebut secara pasti tanggal dilakukan monitoring, namun dia mengatakan akan melakukannya dalam waktu dekat.

Beberapa hal yang nantinya dilakukan pengecekan atau monitoring di antaranya kesiapan fasilitas baik bandar udara maupun maskapai penerbangan.

Kemudian sisi pelayanan bandar udara dan peralatan navigasi termasuk kesiapan pesawat untuk melakukan penerbangan.

“Untuk yang paling dekat dalam minggu ini menjelang Lebaran kami melakukan monitoring secara rutin seperti ramp check dan monitoring Lebaran. Itu yang paling dekat,” katanya.

Dia mengatakan Navigasi Bandar Udara Wilayah VII membawahi tiga wilayah kerja, yakni Kalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim) sehingga seluruh penerbangan di bandara wilayah tersebut akan dilakukan pengecekan ataupun monitoring.

Baca Juga:   Selama Ramadan, THM Wajib Tutup

Hasil dari monitoring tersebut nantinya berupa rekomendasi secara umum kepada rekan- rekan operator. Dalam hal ini bandar udara, maskapai dan termasuk Airnav terkait kesiapan mereka mengangkut barang-barang untuk kebutuhan lebaran yang menurutnya akan mengalami kenaikan. Karena monitoring belum berjalan, maka dia belum bisa menyampaikan hasilnya.

“Karena kita mulai Minggu ini. Nanti akan diberi catatan hal-hal apa saja yang perlu menjadi catatan. Pertama kita monitoring fasilitas, kesiapannya dalam melayani penerbangan melonjak. Kedua kesiapan personil bagaimana mereka melakukan kegiatan-kegiatan operasi penerbangan. Kemudian di samping itu mengecek prosedurnya, apakah ada yang tidak sesuai dan perlu ditingkatkan. Outputnya ada rekomendasi nanti,” paparnya.

Tujuannya dari monitoring ini untuk menyambut liburan Lebaran yang diperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang penerbangan. Selain itu, menjamin kelancaran dan keselamatan aktivitas penerbangan. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER