TARAKAN — Satuan Reserse Narkoba Polres Tarakan kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu dalam jumlah besar. Seorang kurir berinisial AS (24) ditangkap saat membawa 3,041 kilogram sabu yang hendak dikirim ke Bontang, Kalimantan Timur. Sementara satu rekannya, SP, berhasil kabur dan kini diburu.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Saputra Manik menjelaskan, penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang mengarah pada transaksi sabu.
“Anggota kami mendapat informasi bahwa akan terjadi transaksi narkotika jenis sabu. Dari hasil penyelidikan, pelaku AS berhasil diamankan di Jalan Cahaya Baru, RT 4,” kata Erwin dalam rilis resmi, Senin (1/12/2025).
AS diringkus pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 13.30 WITA. Polisi menemukan tiga bungkus sabu dalam box cokelat yang dilakban. Dari hasil pemeriksaan, AS mengaku tergiur imbalan Rp60 juta untuk membawa paket haram tersebut. Pria asal Sulawesi yang tinggal di Bontang ini disebut sebagai kurir yang dikendalikan jaringan besar.
Barang bukti sabu dengan total berat 3.041,2 gram itu telah diuji dan dinyatakan positif. Jaringan ini memanfaatkan jalur laut yang kini disebut sebagai rute dominan peredaran narkoba di Tarakan.
“Barang ini rencananya dikirim ke Bontang. Mereka berencana membawa sabu ke Bulungan menggunakan speedboat, lalu mobil sewaan sudah disiapkan di Pelabuhan Bulungan,” jelas Erwin.
Selain sabu, polisi menyita handphone, Honda Scoopy, kotak kardus cokelat, kunci mobil sewaan, hingga perlengkapan lain yang diduga digunakan AS.
Belum sempat keluar dari Tarakan, AS lebih dulu ditangkap. Namun SP, rekan yang diduga berperan dalam jaringan ini, berhasil melarikan diri saat proses penangkapan.
“Kami terus melakukan pencarian terhadap SP yang kabur,” tegas Kapolres.
AS kini dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 5 hingga 20 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.
Erwin menegaskan perlunya memperketat pengawasan jalur laut yang kerap dimanfaatkan jaringan narkoba. “Peredaran narkotika di wilayah kita lebih banyak menggunakan moda transportasi air. Kami berharap pengawasan dapat lebih ditingkatkan,” ujarnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


