Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Kampung, 109 Unit Mulai Jalankan Beragam Usaha

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat perekonomian kampung dan kelurahan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Beragam sektor usaha dijalankan koperasi, mulai dari perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata berbasis potensi lokal.

Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, keberadaan koperasi tidak hanya sebatas berdiri secara administratif, namun harus mampu dikelola secara profesional agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami terus mendorong keberadaan koperasi tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar dikelola secara profesional dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung dan di kelurahan,” ujarnya.

Saat ini, seluruh kampung dan kelurahan di Kabupaten Berau telah memiliki Koperasi Merah Putih. Dari total 100 kampung dan 10 kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan, tercatat ada 109 koperasi yang terbentuk. Jumlah itu disebabkan dua kampung, yakni Kampung Batu Rajang dan Kampung Siduung Indah, digabung dalam satu koperasi bersama.

Pemerintah daerah mencatat hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 42 koperasi sudah beroperasi penuh. Sementara 58 koperasi lainnya masih menjalani tahap operasional terbatas atau percobaan, dan sembilan unit masih dalam proses pembangunan fisik.

Mayoritas koperasi bergerak di sektor perdagangan umum dan penyediaan sembako. Tercatat ada 38 koperasi yang menjalankan usaha grosir kebutuhan pokok, alat tulis, barang kebutuhan harian, penyaluran pupuk hingga penyediaan bibit pertanian.

Selain itu, sektor pertanian, perkebunan dan hasil bumi juga menjadi fokus utama dengan 29 koperasi yang mengelola usaha kelapa sawit, lada, pisang, jagung, pengolahan hasil panen, hingga penampungan gabah dan karet milik petani.

Di wilayah pesisir dan kepulauan, koperasi juga berkembang pada subsektor perikanan dan kelautan. Sebanyak 18 koperasi menjalankan usaha penangkapan ikan, pengolahan ikan asin, udang dan kerang yang kemudian dipasok ke pasar di Tanjung Redeb.

Sektor pariwisata dan jasa turut menjadi andalan di sejumlah kampung wisata seperti di Pulau Derawan, Pulau Maratua dan Pulau Kakaban.

Sebanyak 12 koperasi menjalankan usaha jasa pemandu wisata, penyewaan perahu, penginapan, kerajinan tangan hingga penjualan suvenir.

Tak hanya itu, terdapat delapan koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam guna membantu permodalan usaha masyarakat.

Sedangkan empat koperasi lainnya fokus pada sektor peternakan melalui usaha ternak sapi, kambing, unggas, produksi telur hingga penyediaan pakan ternak.

Sri menilai, pengembangan koperasi berbasis potensi lokal menjadi langkah penting untuk menciptakan ekonomi kampung yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat.

Saat meresmikan Koperasi Merah Putih di Kampung Labanan Jaya pekan lalu, ia mengaku bersyukur karena setiap koperasi mampu menyesuaikan jenis usaha dengan karakter dan sumber daya di wilayah masing-masing.

“Melalui Koperasi Merah Putih yang hadir di tiap kampung maupun kelurahan, maka masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan di wilayah sendiri,” pungkasnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER