test
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Komisi II DPRD Berau Gelar RDP dengan PLN, Minta Penjelasan Terkait TJSL

TANJUNG REDEB – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memiliki tiga program prioritas. Yakni pemanfaatan sampaj menjadi energi (CoFiring), pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) dan Electrifiying Agriculture.

Guna memastikan seluruh program yang menjadi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), jajaran Komisi II DPRD Berau menggelar Rapat Dengar Pendapatan (RDP) dengan manajemen PLN UP3 Berau, Senin (18/9/2023) lalu.

Ketua Komisi II DPRD Berau, Andi Amir menerangkan, program TJSL merupakan komitmen dan bakti sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat kepada ekonomi, sosial, lingkungan, serta hukum dan tata kelola dengan prinsip yang lebih terintegrasi serta terukur.

“Dan juga dampaknya dapat dipertanggungjawabkan dan merupakan bagian dari pendekatan bisnis perusahaan,” jelasnya.

Dia memaparkan, kegiatan TJLS itu dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri BUMN nomor PER1/MBU/03/2023 yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ditambahkannya, selain itu juga turun aktif memberi bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi serta masyarakat.

“Benar, kami juga ingin tahu, PLN di Berau ini, apakah programnya jalan atau seperti apa. Terus daerah mana saja. Persyaratannya seperti apa. Dari pemaparan manajemen PLN, mereka mengaku telah menjalankan kewajibannya itu,” beber Andi Amir.

Sementara Manajer PLN UP3 Berau, M Harryadi Poel mengatakan, memang untuk penyaluran program TJSL tidak bisa ujuk-ujuk langsung diserahkan. Ada mekanisme yang harus dilalui oleh calon penerima. “Jadi ada kriterianya, kami juga sempat beberapa waktu lalu menyalurkan bantuan beasiswa di salah satu yayasan yang ada di Gunung Tabur,” ucapnya.

Dia menerangkan, dalam penyalurannya, calon penerima wajib membuat surat permohonan yang dilengkapi dengan proposal, berisikan latar belakang program, tujuan program, dan kegiatannya apa saja. Namun, dari tim PLN akan datang dan melakukan survei, agar tidak ada proposal fiktif.

“Jadi mekanismenya memang seperti itu. Dipilah-pilah proposal yang masuk. Dan tidak bisa langsung dicairkan juga,” katanya.

Untuk PLN Berau, sebut Harryadi, bagi karyawan muslim, akan ada pemotongan zakat yang uangnya akan disalurkan melalui penyambungan gratis bagi warga yang tidak mampu. Ini menurutnya, merupakan salah satu program TJSL yang juga dilakukan oleh PLN Berau. “Benar, jadi ada pendataan. Intinya, kami ingin Berau ini terang terus,” pungkasnya. (and)

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER