TANJUNG SELOR – Komisi I DPRD Bulungan memfasilitasi pertemuan antara warga Sajau dan pihak perusahaan PT Kayan Plantation (KP) yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor DPRD Bulungan, Selasa (5/8/2025).
Pertemuan tersebut membahas persoalan terkait lahan pemakaman leluhur warga, yang diduga tergusur saat perusahaan membuka lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit.
Ketua Komisi I DPRD Bulungan, Rozana Bin Serang, menyampaikan bahwa persoalan antara perusahaan dengan sejumlah warga Sajau akhirnya mencapai titik terang.
“Puji Tuhan, Alhamdulillah, setelah pembahasan yang panjang, akhirnya sampai pada satu kesimpulan dan menjadi kesepakatan bersama. Artinya, pihak perusahaan akan mempertanggungjawabkan hal ini dalam bentuk penyediaan lahan untuk pemakaman leluhur, kurang lebih seluas setengah hektare,” ujar Rozana kepada wartawan.
Selain penyediaan lahan, lanjut Rozana, pihak perusahaan juga memberikan kompensasi kepada keluarga yang terdampak.
“Ini bukan soal nilai, tapi bentuk solidaritas dan kepedulian yang diberikan secara kekeluargaan dari perusahaan, sebagai permohonan maaf atas kejadian tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PT Kayan Plantation, Andik Arling, menjelaskan bahwa hasil pembicaraan dengan Komisi I DPRD Bulungan menyinggung soal lokasi pemakaman leluhur yang berada di areal lahan milik warga bernama Alam Agang.
“PT Kayan Plantation membebaskan lahan sekitar setengah hektare kepada Bapak Alam Agang. Prosesnya sudah kami lakukan sesuai prosedur, mulai dari RT, Desa, kaur pemerintahan, hingga Kecamatan. Lahan itu juga telah dikuasai oleh Bapak Alam sejak tahun 1986, dan digarap secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dari warga bernama Jalil, pemakaman leluhur berada di dalam lahan milik Bapak Alam.
“Jadi sebenarnya, tuntutan itu bukan ditujukan kepada PT Kayan Plantation, melainkan kepada pemilik lahan,” tegas Andik.
Dalam berita acara pembebasan lahan, Bapak Alam Agang juga menyatakan bersedia bertanggung jawab, apabila di kemudian hari muncul tuntutan dari pihak manapun.
“Kami bersyukur dari pertemuan hari ini muncul solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sudah ada titik terang, dan perusahaan juga menunjukkan itikad baik dengan memberikan bantuan secara kekeluargaan, agar hubungan dengan warga tetap terjalin erat ke depannya,” pungkasnya.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


