TANJUNG SELOR – Kick off pembangunan Sekolah Garuda resmi dilakukan serentak di 16 titik di seluruh Indonesia, salah satunya di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Dirjen Kemendikti, Ahmad Najib Burhani, Gubernur Kaltara H. Zainal A. Paliwang, Anggota DPR RI H. Rachmawati, Anggota DPD RI Marthin Billa dan Herman alias Kemper, serta Wakil Bupati Bulungan, Kilat beserta jajaran pejabat lainnya.
Acara diawali dengan pemutaran video profil Sekolah Garuda, yang menampilkan visi, misi, serta konsep pendidikan yang diusung sekolah unggulan tersebut.
Selanjutnya, Gubernur Kaltara H. Zainal A. Paliwang menyampaikan sambutan, dilanjutkan dengan pembagian kisah pengalaman masa sekolah oleh Wamenlu Arrmanatha Christiawan Nasir.
Kegiatan berlanjut dengan penyerahan cendera mata dan pemaparan sketsa serta desain bangunan Sekolah Garuda. Dari hasil diskusi dengan tim arsitektur, diketahui bahwa sekolah ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan dan berwawasan ekologi.
Rombongan kemudian meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Garuda yang berdiri di atas lahan seluas 20 hektare di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM), tepat di samping Kantor DPRD Kaltara.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penanaman pohon endemik lokal dan penulisan harapan serta aspirasi di lembaran post notes yang telah disiapkan panitia.
Dalam keterangannya kepada awak media, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menyebut momentum ini sebagai hari bersejarah bagi Provinsi Kalimantan Utara. “Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah. Disaksikan langit yang cerah, kita memulai pembangunan Sekolah Garuda di Kaltara. Ini menjadi dambaan masyarakat di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Garuda di Kaltara diharapkan dapat membangkitkan semangat generasi muda di wilayah perbatasan agar lebih bangga dengan tanah air sendiri.
“Dengan adanya sekolah ini, anak-anak di perbatasan tidak perlu lagi melirik sekolah di negara tetangga. Mereka bisa berbangga dan mengagumi diri sendiri,” tambahnya.
Menteri Nasaruddin menjelaskan, Sekolah Garuda diperuntukkan bagi calon pemimpin masa depan bangsa dan akan membekali peserta didik agar mampu menembus perguruan tinggi ternama dunia, seperti Harvard, Oxford, Al-Azhar, UGM, UI, hingga ITB.
“Sekolah ini sepenuhnya gratis, dari kelas satu hingga lulus. Semua biaya ditanggung negara, bahkan alumni berprestasi akan mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” terangnya.
Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Garuda di Kaltara memiliki makna strategis, karena posisinya berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.
“Kita tidak ingin anak-anak di wilayah perbatasan lebih kagum pada negara lain. Justru nanti, anak-anak dari negeri seberanglah yang akan iri melihat kemegahan dan kualitas Sekolah Garuda di sini,” ungkapnya.
Menteri Nasaruddin menutup dengan harapan, agar masyarakat Kaltara mempersiapkan diri sejak dini untuk menjadi bagian dari sekolah unggulan ini.
“Sekolah ini akan melahirkan generasi terbaik bangsa, bisa mencetak generasi yang nantinya bisa menjadi seorang presiden, menteri, gubernur, dan tokoh masyarakat di masa depan,” pungkasnya.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


