SAMARINDA – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kota Samarinda kembali menerima sapi bantuan kemasyarakatan dari Prabowo Subianto. Sapi berjenis limosin murni tersebut memiliki bobot hampir mencapai satu ton.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kaltim, Maskuri mengatakan sapi tersebut merupakan hasil budidaya peternak lokal yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Jadi jenisnya limosin, tapi masih murni. Ini dari Peternakan Suka. Mereka ini supplier, tapi sekaligus kita suruh breeding,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (26/5/2026).
Menurut Maskuri, Pemerintah Kota Samarinda selama ini menerapkan aturan bagi supplier sapi untuk ikut mendukung program pengembangbiakan lokal.
“Karena di Samarindanya aturannya dulu, setiap mereka mendatangkan 1.000 sapi, dia harus punya breeding 10. Nah, ini hasil breeding mereka, hasil budidaya mereka,” jelasnya.
Dari hasil penimbangan terakhir, sapi bantuan Presiden tersebut memiliki bobot mencapai 995 kilogram.
“Terakhir timbang seminggu yang lalu itu 995 kilo. Jadi kurang lima kilo sebenarnya satu ton,” tambahnya.
Maskuri menjelaskan program bantuan kemasyarakatan Presiden kini menyasar seluruh kota dan kabupaten, tidak lagi hanya tingkat provinsi.
“Dulu hanya provinsi yang dapat. Sekarang kota dan kabupaten semua dapat satu-satu plus provinsi. Makanya namanya bantuan kurban kemasyarakatan untuk masyarakat seluruh Indonesia,” katanya.
Ia menyebut total terdapat sekitar 13 sapi bantuan Presiden yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur, termasuk untuk kawasan Ibu Kota Nusantara.
Selain bantuan Presiden, lokasi penampungan juga menampung sapi bantuan dari Andi Harun dan Kapolri.
Karena ukuran sapi yang sangat besar, petugas melakukan pengawasan ketat dan memilih tidak menurunkan sapi dari truk hingga waktu penyembelihan guna menghindari risiko cedera.
“Kalau di pemeriksaan kita alhamdulillah aman. Tapi sapi besar ini risikonya tinggi, apalagi kalau hujan dan tergelincir,” jelas Maskuri.
Tim kesehatan hewan juga melakukan pemantauan rutin dua kali sehari untuk memastikan kondisi fisik dan pola makan sapi tetap terjaga.
Rencananya sapi bantuan Presiden akan disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tanah Merah demi menjaga higienitas dan keamanan proses penyembelihan.
Maskuri berharap keberhasilan breeding sapi limosin hampir satu ton tersebut menjadi awal pengembangan sapi unggul lokal di Samarinda dan Kaltim agar ke depan tidak terlalu bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah seperti Kupang.
“Kita berharap tahun-tahun ke depan mulai mengurangi ketergantungan dengan Kupang. Artinya sapi-sapi besar seperti ini mulai dibudidayakan di sini,” pungkasnya. (MK)
Pewarta: Abdi
Editor: Agus S


