test
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kaltara Rawan Penyebaran Radikalisme dan Terorisme

TARAKAN – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai rawan terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Hal ini disampaikan Ketua Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Utara (Kaltara), Datu Iskandar Zulkarnaen di Tarakan, Rabu (5/6/2024).

“Kaltara pada umumnya berdasarkan penelitian survei beberapa tahun lalu tertinggi nomor lima potensi radikalnya. Akibat potensi radikal kalau dipoles sedikit bisa jadi terorisme,” katanya.

Di Kalimantan Utara, kata dia, kota Tarakan menjadi wilayah paling rawan radikalisme dibandingkan daerah lainnya. Hal ini lantaran Tarakan merupakan wilayah terbuka dengan masyarakat heterogen.

Selain itu, Tarakan berbatasan dengan negara tetangga dengan jumlah penduduk terbanyak di Kaltara, sehingga mobilitas masyarakat semakin ramai.

Bahkan, di Tarakan beberapa waktu lalu pernah terjadi kasus narapidana teroris (napiter). “Kalau tidak salah ada tiga. Tapi dua itu kasusnya di lain tempat,” katanya.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan komunikasi yang terjadi saat ini dapat menjadi pemicu penyebaran paham radikalisme.

Kemajuan teknologi menyebabkan komunikasi tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi bisa melalui online yakni WhatsApp.

Alhasil, kemajuan ini menyebabkan banyak generasi muda berpotensi terjerumus paham radikalisme.

“Imbauan kami kepada orang tua, hati-hati, waspadai anaknya terutama yang masih sekolah, karena mereka sedang mencari identitas diri jadi salah satunya dalam mencari identitas diri atau ingin mencari sesuatu yang berbeda, bisa melalui radikalisme itu karena radikalisme itu kan intoleransi. Sifat seperti itu biasanya muncul pada remaja,” katanya.

Untuk mencegah paham radikalisme yang mengarah pada terorisme, pihaknya telah melakukan upaya preventif. Salah satunya melalui gerakan Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri (KENDURI), dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya TNI POLRI BIN, namun juga ke tingkat paling bawah seperti RT dan kelurahan.

“Makin banyak masyarakat yang terlibat makin bagus dalam mengantisipasi radikalisme, seperti acara hari ini kita mengadakan gerakan KENDURI sekaligus sosialisasi mengenai radikalisme kepada aparat kelurahan, polisi maupun TNI,” paparnya.

Kegiatan sosialisasi ini sebelumnya telah dilakukan di Tanjung Selor. Ke depan kegiatan semacam ini juga akan dilakukan di Malinau, Nunukan, dan KTT.

Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER