TANJUNG SELOR – Tim dari Insitut Teknologi Bandung (ITB) dan Insitut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Kementerian Transmigrasi melakukan ekspedisi patriot di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (29/8/2025).
Lokus dari ekspedisi di Kaltara, yakni di Salimbatu Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan. Kunjungan mereka ke Kaltara, disambut langsung oleh Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala di ruang kerjanya.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB, Dr. Dyah Ita Mardiyaningsih menyatakan, kunjungan kepada Wakil Gubernur Kaltara dilakukan secara formal sekaligus untuk melaporkan diri bahwa tim dari Kementerian berkunjung ke Kaltara dalam rangka ekspedisi patriot.
Kedua tim ini, akan ditempatkan di Bulungan khususnya di kawasan Transmigrasi Salimbatu selama 4 bulan ke depan. Lewat ekspedisi patriot ini diharapkan ada output hasil akhir berupa desain pengembangan komoditas unggulan spesifik untuk di wilayah kawasan transmigrasi Salim Batu.
Selama 4 bulan tim akan melakukan identifikasi komoditas-komoditas pangan, terutama pangan unggulan yang bisa diarahkan untuk pengembangan ekonomi lokal.
“Termasuk nanti dari rantai pasoknya itu dari hulu di produsennya para transmigran yang menanam komoditas tersebut sampai di bagian hilir, termasuk bagaimana komoditas padi bisa dikembangkan sebagai produk industri,” ujar Dr. Dyah Ita Mardiyaningsih kepada wartawan saat ditemui.
Jadi, itu menjadi salah satu bagian dari pada hilirisasi produk pertanian yang ada. “Kegiatan kami ini berupaya untuk mengubah image, kalau sekarang kan sedang diributkan penolakan terhadap transmigrasi. Jadi, kehadiran kami berupaya untuk mengubah image dari transmigrasi yang memindahkan penduduk misalnya dari Jawa ke Kalimantan,” tuturnya.
Sehingga potensi yang ada di kawasan transmigrasi akan dikembangkan. Lewat ekspedisi patriot ini, ia berharap bisa benar-benar menggali potensi masalah kendala, sehingga bisa memberikan rekomendasi yang lebih tepat untuk pengembangan kawasan transmigrasi khususnya di Salimbatu Kabupaten Bulungan.
“Kalau tim kami, lokusnya di Kabupaten Bulungan. Sementara di Kaltara lokus ekspedisi patriot itu ada dua Kabupaten, yakni Bulungan dan Nunukan. Dan Kalau se-Indonesia ada di 154 kawasan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tim Ekspedisi Patriot dari Insitut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Mamad Tamamadin menambahkan, kajian yang dilakukan oleh ITB lewat ekspedisi patriot ini yakni bagimana membangun fondasi awal untuk mengevaluasi kawasan transmigrasi.
“Jadi aspek yang kita nilai yakni kondisi existing dari kondisi fisiknya, ekologi, pertanian, layanan dasar, termasuk juga iklimnya. Sehingga nanti itu menjadi satu bahan untuk rekomendasi ke depan. Pembangunan ekonomi seperti apa yang perlu ditingkatkan dari dasar-dasar tersebut,” ujar Dr. Mamad Tamamadin.
Output yang dihasilkan, kata dia nantinya sebagai gambaran desain komoditas jangka panjang. Kemudian, hal ini dilakukan bertujuan merekomendasi potensi ekonomi seperti apa yang harus dibangun ke depan.
Misalnya seperti akses jalan yang saat ini sulit, itu yang harus ditingkatkan. Contohnya begitu, karena itu mungkin menjadi kunci utama kenapa saat ini pengembangan ekonomi tergolong lambat atau terhambat.
“Nah itu teman kami akhirnya untuk kita kirimkan ke pusat, sehingga pusat akan bergerak untuk bisa mengatasi persoalan itu. Sehingga ekonominya akan terus berkembang. Tentunya juga selain akses transportasi ada akses atau ada hambatan-hambatan lain yang saya kira itu menjadi tantangan untuk kita bisa selesaikan, solusi seperti apa ke depannya,” ulasnya.
“Hasilnya kita sampaikan ke pusat dan pusat akan bergerak,” bebernya.
Adapun, tim dari ITB terdiri dari 4 anggota tim dan 1 ketua tim. Nantinya 4 anggota tim itu akan tinggal di sini selama 4 bulan untuk bisa mengkaji secara menyeluruh.
Tahapannya dengan pengumpulan data-data sekunder. “Kita mengunjungi dinas-dinas terkait kemudian kita petakan dan validasi ke masyarakat. Kita terjun ke masyarakat dan mewawancarai mereka, sehingga informasinya menjadi benar-benar akurat,” tuturnya.
Dari situ kemudian, diharapkan dapat mengetahui problematika di lapangan dan dirancang solusi yang tepat terhadap masalah yang dialami.
Dukungan dari pemerintah Kaltara sangat dibutuhkan dalam men-support, mendukung, kemudian bisa mengkoordinasikan dengan dinas-dinas tingkat kebupaten terkait.
“Sehingga akan memudahkan bagi kami untuk bisa mengakses data-data tersebut, kemudian bisa merangkum menjadi satu output yang kita harapkan,” tandasnya.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


