spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hari Raya Nyepi, Ajak Keharmonisan Antar Umat Beragama

TANJUNG SELOR – Sejumlah umat Hindu di Kabupaten Bulungan, mengikuti prosesi melasti yang diadakan di Pura Agung Jagat Benuanta di Jalan Agathis sebagai bagian dari perayaan Hari Nyepi.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Ida Bagus Sidharahardja mengungkapkan bahwa prosesi melasti adalah rangkaian upacara yang bertujuan untuk mengambil air suci, yang kemudian dapat digunakan ke sungai, laut dan sumber mata air.

Dia menjelaskan bahwa upacara melasti merupakan bagian dari kegiatan Hari Nyepi dan diputuskan oleh PHDI pusat serta dilaksanakan setiap tahunnya. “Ini kita laksanakan tiap tahun,” kata dia.

Selain itu, terdapat juga upacara lain yaitu Tawur Kesangan atau Mecaru, yang dalam pelaksanaannya ogoh-ogoh dibakar sebagai lambang menjaga keharmonisan antara manusia dan alam sekitarnya.

Selain itu, penggunaan air dalam upacara melasti dimaksudkan untuk menyucikan. Waktu Hari Nyepi tiba, umat Hindu diminta untuk mematuhi empat pantangan yang mencakup amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan.

Hal ini melambangkan bahwa umat Hindu dilarang untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan suara, cahaya, membunuh hewan atau manusia, serta tidak boleh melakukan ucapan, perkataan, atau tindakan buruk.

Baca Juga:   2024, Pemprov Kaltara Anggarkan Rp 18 Miliar untuk SOA

Mereka diminta untuk berdiam diri, melakukan sembahyang, dan puasa selama 24 jam mulai dari jam 06.00 pagi hingga jam 06.00 berikutnya.

Bagus, sapaan Ida Bagus Sidharahardja, menjelaskan bahwa pada hari selanjutnya, Selasa 12 Maret 2024, akan diadakan Hari Ngembak Geni yang artinya berakhirnya catur brata penyepian.

“Pada hari Ngembak Geni tersebut, umat Hindu melakukan kunjungan ke kerabat, teman, dan sejenisnya dan meminta maaf atas kesalahan di masa lalu,” terangnya.

Perayaan Hari Nyepi di tahun 2024, memiliki tema yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu “Sat Cit Ananda Untuk Indonesia Jaya”.

Tema ini bermakna bahwa umat Hindu berharap dapat mencapai kebahagiaan tertinggi dengan cara menjalankan dharma dan perbaikan demi terwujudnya Indonesia jaya. Umat Hindu diingatkan untuk memperdalam makna dari perayaan Hari Nyepi serta memahami arti dari setiap upacara yang dilakukan agar dapat mengalirkan kebahagiaan. (tin/and)

Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER