TARAKAN – Guncangan gempa yang terjadi beberapa waktu lalu turut berdampak pada gedung DPRD Kota Tarakan. Sejumlah bagian bangunan mengalami retakan, terutama di area penghubung antarblok bangunan. Meski demikian, aktivitas perkantoran masih berlangsung normal.
Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus, menyebut kondisi tersebut belum tergolong parah, namun tetap memerlukan penanganan agar struktur bangunan tetap aman. Pihaknya berencana mengusulkan perbaikan melalui anggaran tahun 2026 mendatang.
“Retaknya memang ada, terutama di jalan penghubung antarbangunan. Tidak terlalu parah, tapi harus segera ditangani,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Menurut Yunus, langkah awal yang akan dilakukan ialah berkoordinasi dengan konsultan teknis untuk menghitung kebutuhan anggaran perbaikan.
“Saya belum tahu berapa estimasi biayanya. Nanti akan kami panggil konsultan untuk melakukan perhitungan terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tarakan, Hamsyah, mengatakan bahwa perbaikan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, karena belum dianggarkan pada APBD tahun ini. Usulan perbaikan baru akan dimasukkan dalam rancangan APBD 2026. “Semoga ada anggarannya. Tapi yang begini-begini emergency ini harusnya ada,” harapnya.
Meski terdapat kerusakan di beberapa bagian, seluruh kegiatan DPRD Tarakan tetap berjalan seperti biasa. Area yang mengalami retakan sementara dipasangi pembatas untuk mencegah risiko, sambil menunggu perbaikan dilakukan tahun depan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


