Gamalis Kerahkan Camat hingga RT, Gerakan Bersih-Bersih Massal Digencarkan di Berau

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat upaya penanganan persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di tengah masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengintensifkan gerakan kebersihan melalui program “Selasa dan Jumat Bersih” yang mulai diterapkan secara masif di seluruh wilayah.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar persoalan sampah yang selama ini menjadi masalah menahun dapat diatasi secara bertahap.

Sebagai tindak lanjut Surat Edaran yang berlaku sejak 30 Maret 2026, Gamalis meminta para camat, lurah, kepala kampung, hingga ketua RT untuk menjadi ujung tombak pelaksanaan gerakan kebersihan tersebut.

Ia juga mendorong kolaborasi dengan perusahaan dan pelaku usaha yang berada di lingkungan masing-masing. “Peran pemimpin wilayah sangat penting untuk menggerakkan masyarakat. Kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program ini memiliki pola kegiatan yang telah ditetapkan. Setiap hari Selasa, seluruh instansi pemerintah, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat diminta melaksanakan aksi bersih-bersih mandiri minimal selama 30 menit di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, pada hari Jumat yang dilaksanakan satu kali setiap bulan, kegiatan ditingkatkan melalui gotong royong massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat kampung, organisasi kemasyarakatan, hingga warga setempat.

Gamalis menilai gerakan tersebut bukan sekadar aktivitas membersihkan lingkungan, tetapi juga upaya membangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan.

“Saya berharap kebiasaan menjaga kebersihan dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter masyarakat Berau,” ucapnya.

Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat serta mendukung wajah daerah yang lebih tertata.

“Harapan kita masyarakat semakin disiplin dan memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga lingkungan. Jika budaya ini terus terbangun, kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat,” pungkasnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER