TARAKAN – Pembangunan Embung Sungai Maya dinilai menjadi solusi dalam mengatasi persoalan ketersediaan air bersih di wilayah Juata, Kota Tarakan, yang diproyeksikan berkembang sebagai pusat pemerintahan baru dan kawasan perindustrian.
Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa dalam sistem penyediaan air minum, Perumda Tirta Alam hanya berperan sebagai operator pengelolaan dan distribusi air bersih. Sementara penyediaan sumber air baku sepenuhnya menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Sejak 2020, pihaknya bersama Wali Kota Tarakan telah berulang kali menyampaikan pentingnya pembangunan embung baru sebagai langkah antisipasi krisis air bersih di masa depan. Dari sejumlah opsi yang ada, Embung Sungai Maya menjadi skala prioritas karena posisinya yang strategis untuk mendukung pengembangan wilayah Juata. “Air yang tersedia saat ini di Juata masih sangat terbatas. Dari Bengawan sekitar 60 liter per detik dan dari Juata sekitar 35 liter per detik. Jumlah itu jelas belum mencukupi untuk kebutuhan jangka panjang,” ujar Iwan, Senin (26/1/2026)
Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil pengecekan lapangan oleh tim teknis, potensi debit air di Sungai Maya mencapai sekitar 400 liter per detik. Angka tersebut dinilai cukup untuk menopang kebutuhan tambahan air baku bagi masyarakat Tarakan, khususnya di kawasan Juata dan sekitarnya.
Untuk mendukung pemanfaatan sumber air tersebut, Perumda Tirta Alam mengusulkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas minimal 300 liter per detik, melalui skema penggabungan Sungai Maya sebesar 200 liter per detik dan Sungai Manggata 100 liter per detik. “Dengan kapasitas itu, kebutuhan air bersih di Juata bisa terpenuhi, termasuk untuk kawasan industri dan pusat pemerintahan baru,” jelasnya.
Iwan menambahkan, jika pembangunan embung tidak segera direalisasikan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, kawasan Juata berpotensi menghadapi krisis air bersih. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya percepatan persiapan dari sekarang.
Selain Embung Sungai Maya, Perumda Tirta Alam juga mendorong pembangunan Embung Binalatung 2 dan Binalatung 3. Meski di tengah keterbatasan anggaran APBD dan APBN, pihaknya telah menyiapkan IPA serta membangun infrastruktur pendukung secara bertahap.
Terkait teknis pembangunan dan besaran anggaran embung yang bersumber dari APBN, Iwan menegaskan hal tersebut menjadi ranah BWS. Perumda Tirta Alam fokus pada pengelolaan dan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


