spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dorong Terwujudnya BLK untuk Cegah Pengangguran

TANJUNG REDEB – Balai Latihan Kerja (BLK) hingga saat ini belum terealisasi, padahal dalam setiap tahun selalu digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

Menyoroti hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman menuturkan, keberadaan BLK menjadi suatu hal yang penting, sebab dapat mengurangi angka pengangguran di Bumi Batiwakkal.

“Jika kita yang ada di Berau ini tidak ditopang dengan skill yang memadai, bisa saja memicu perusahaan mengambil tenaga dari luar daerah. Sehingga, menurut saya adanya BLK bisa menjadi solusi yang jelas,” ungkapnya, Jumat (15/3/2024).

Sakirman mengaku siap memberi support dalam hal pembahasan tentang BLK tersebut pada tahun 2024 ini. Terlebih, belum sempat sampai tuntas.

“Karena dari pemda memberikan informasi terkait dengan lokasi dan sebagainya kepada DPRD biar ada acuan untuk pembangunan awal,” tuturnya.

Kemudian soal sudah ada lahan yang tepat untuk pembangunan BLK, kata dia, bakal menjadi perhatian penting supaya segera terealisasi

“Terkait lahan memang sudah siap kami akan coba push di pembahasan tahun 2025 untuk dapat di anggaran murni ketika itu memang bisa menjadi langkah awal kita target bahwa harus sudah ada progres,” ujarnya.

Baca Juga:   ADK Harus Menjadikan Kampung Lebih Baik

Lanjut Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, pembangunan BLK juga merupakan salah satu dari 18 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati.

“Jadi dengan program inilah kita bisa mewujudkan anak-anak kita yang tidak lanjut ke jenjang sekolah yang lebih tinggi paling tidak mereka sudah punya skill yang dibina BLK,” bebernya.

Sakirman juga menyebut, dalam setiap tahun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) sudah memiliki anggaran untuk menunjang anak-anak didik calon tenaga kerja lokal.

“Mereka bina untuk mengikuti pelatihan mekanik, pengelasa, operatort dan sebagainya,” paparnya.

Karena lokasi BLK sejauh ini hanya ada di Samarinda dan Balikpapan, biaya membina sumber daya manusia asal Berau butuh biaya lebih.

“Untuk membina paling kecil hanya beberapa orang yaitu 16-20 orang ditambah lagi dengan kegiatan lainnya,” bebernya.

“Saya anggap daya serap itu sangat minim dengan kita ketika melaksanakannya di luar daerah harapan saya kegiatan ini ketika nanti dari pemerintah maupun pihak swasta ada menyelenggarakan di berau,” tambahnya.

Baca Juga:   APBD Berau 2024 Sentuh Rp 4 Triliun, Fraksi Demokrat Harap Pengelolaan Lebih Tertib

Kendati demikian, dirinya berharap ada dukungan Pemkab Berau serta juga tidak menutup mata untuk melaksanakan kegiatan BLK.

“Ya tujuannya agar SDM Berau memiliki lisensi dan sertifikasi dari kegiatan BLK dan sebagainya sah dia layak untuk melaksanakan kegiatan di perusahaan kita harus support itu,” pungkasnya. (adv/and)

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER