Donasi untuk Palestina di Tarakan Tembus Rp122 Juta Lebih

TARAKAN – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Majelis Ulama Kota Tarakan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tarakan menggelar serangkaian kegiatan keagamaan, yang dirangkaikan dengan aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat Palestina.

Ketua Panitia Kegiatan sekaligus Ketua Pelaksana BAZNAS Tarakan, Syamsi Sarman, menyampaikan rangkaian kegiatan dimulai sejak 1 Muharram 1447 H atau 27 Juni 2025, yang ditandai dengan pengumpulan infak Jumat dari masjid-masjid di Kota Tarakan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai rencana,” ujarnya.

Acara berlanjut pada Minggu, 29 Juni 2025 dengan Pawai Hijrah dari Taman Berlabuh menuju Simpang GTM, serta istighosah dan tabligh akbar pada malam Sabtu, 5 Juli 2025, yang dihadiri Wakil Wali Kota Tarakan. Kegiatan-kegiatan tersebut disertai dengan penggalangan dana dari masyarakat, lembaga, dan ormas Islam.

Dari dua kegiatan besar tersebut, BAZNAS mencatat total donasi yang terkumpul sementara sebesar Rp122.657.900.

“Donasi terkumpul dari berbagai pihak. Mulai dari takmir masjid, TPA, instansi pemerintahan, perguruan tinggi, sekolah, hingga ormas-ormas Islam,” kata Syamsi.

Beberapa di antaranya adalah Kejaksaan Negeri Tarakan, Universitas Terbuka, FKIP Universitas Borneo Tarakan, serta SMP Negeri 2 Tarakan. Sementara dari organisasi keagamaan, tercatat partisipasi dari NU, Muhammadiyah, LDII, BKPRMI, dan BKMT.

Syamsi menegaskan, pengumpulan dana masih dibuka hingga 25 Juli 2025, yang bertepatan dengan hari terakhir bulan Muharram. “Masih ada masjid, sekolah, dan lembaga lain yang menyampaikan komitmen menyetor bantuan, sehingga kita tunggu sampai tanggal 25,” ujarnya.

Setelah itu, seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui BAZNAS Pusat, yang kemudian diteruskan kepada pihak yang berwenang di Gaza, Palestina.

Menanggapi keraguan publik terkait proses penyaluran bantuan ke Palestina, Syamsi menjelaskan, seluruh bantuan yang dikirim tidak berupa uang tunai, melainkan dalam bentuk barang dan program.

“Bantuan dari Indonesia dikemas dalam bentuk gandum, air minum, tenda pengungsian, pembuatan sumur, hingga fasilitas kesehatan. Sebagian bahan dibeli langsung di negara-negara sekitar Palestina seperti Mesir dan Yordania agar lebih efisien secara logistik,” terang Syamsi.

Menurutnya, pengiriman dilakukan secara resmi oleh BAZNAS yang telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial dan Kedutaan Besar Palestina.

“Selama ini BAZNAS menjadi lembaga resmi yang aktif menyalurkan bantuan ke Gaza. Tahun lalu, kami juga telah menyalurkan sekitar Rp500 juta untuk Palestina,” katanya.

Dia juga mengingatkan, penggalangan dana lintas negara harus memiliki izin resmi dari Kementerian Sosial. Jika tidak, kegiatan semacam aksi turun ke jalan oleh lembaga tak resmi bisa ditertibkan oleh Dinas Sosial.

Kegiatan keagamaan yang digelar Majelis Ulama telah berakhir pada malam minggu lalu. Namun, donasi dari berbagai pihak tetap dibuka hingga akhir Muharram.

“Setelah tanggal 25 Juli nanti, bantuan untuk Palestina akan tetap dibuka seperti biasa melalui saluran resmi BAZNAS. Namun untuk rangkaian kegiatan kali ini, itu menjadi penutup,” tandasnya.

Syamsi juga menyampaikan laporan lengkap termasuk daftar donatur dan nominal sumbangan, tersedia di panitia dan bisa dikonsultasikan langsung oleh pihak terkait.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER