test
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Didukung BRIN, Pemkab Bulungan Komitmen Lanjutkan Pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati

TANJUNG SEL0R – Pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati di Tanjung Selor, Ibu Kota Kaltara terus dipoles oleh pemerintah daerah.

Bupati Bulungan Syarwani belum lama ini menjelaskan, pemerintah daerah serta stakeholder terkait berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati.

“Jadi dalam hal ini, tidak hanya berbicara dari aspek lingkungan. Tapi yang paling penting, iya lah isu keberlanjutan pembangunan yang kami laksanakan bisa diakutalisasikan dalam konsep pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati,” kata Syarwani, kemarin.

Terlaksananya pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati, kata Syarwani tidak terlepas dari dukungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Oleh karena itu, Pemkab Bulungan sangat mengapresiasi atas dukungannya selama ini.

“Kami sangat berterima kasih dan apresiasi karena mungkin satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang cepat di dalam mendapatkan pendampingan dari BRIN. Pembangunan Kebun Raya ini pelan-pelan kami laksanakan dengan tetap berpedoman pada masterplan dan desain yang disusun oleh BRIN,” jelasnya.

Atas kontribusi dari BRIN, kata Syarwani semakin memudahkan pembangunan Kebun Raya oleh Pemerintah Daerah. “Tentunya ini menjadi sesuatu hal yang memudahkan langkah kami ke depan,” ucapnya.

Dikatakan Syarwani, dalam APBD Kabupaten Bulungan sejak dua tahun terakhir, pemerintah telah alokasikan untuk pembangunan Kebun Raya termasuk di tahun 2024 ini masih terus berprogres.

“Mudah-mudahan pada saat melaunching kawasan ini, suasananya semakin berbeda dan tentu juga penataan kawasan ini akan semakin lebih baik,” harapnya.

Syarwani menegaskan, Pemkab Bulungan berkomitmen bahwa apa pun desain pembangunan Kebun Raya Bunda Hayati sesuai dengan masterplan yang disusun oleh BRIN.

“Itulah komitmen yang ingin kami sampaikan kepada BRIN, karena kami sangat membutuhkan pengawalan serta pendampingan. Supaya kawasan ini benar-benar menjadi kawasan yang menjadi impian kita bersama, utamanya berkaitan dengan isu keberlanjutan isu kawasan hijau yang bisa hadir di Kota Tanjung Selor,” tukasnya.

Sesuai dengan peraturan daerah yang ada, kawasan ini memiliki luasan kurang lebih 86 hektare. Meskipun pembangunan yang ada saat ini, belum sepenuhnya menyentuh angka itu, pemerintah berkomitmen akan terus berlanjut pembangunan hingga sesuai pada masterplan yang sudah direncanakan.

Selain itu, kata Syarwani kawasan Kebun Raya Bunda Hayati memiliki karakteristik yang unik. Keunikan ini menjadi peluang besar untuk terus dimaksimalkan sehingga sesuai dengan masterplan pembangunan.

“Tentu karakteristik kawasan ini mungkin sedikit lebih unik. Karena, di Kebun Raya Bunda Hayati ada dataran, dan juga sedikit perbukitan serta mangrove. Sehingga nanti pola pendekatan dan pembangunan kawasan ini menyesuaikan kondisi rill dan kesesuaian lahan serta kultur yang ada di dalam wilayah kawasan ini,” tandasnya.

Pewarta: Martinus
Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER