Bupati Berau Ingatkan Kepala Kampung Jangan Sampai Tersandung Hukum

BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengingatkan seluruh kepala kampung di Kabupaten Berau untuk berhati-hati dalam menjalankan roda pemerintahan serta tidak mengambil kebijakan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Pesan tersebut disampaikan usai melantik empat kepala kampung hasil Pemilihan Kepala Kampung Pergantian Antar Waktu (PAW), sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap tata kelola pemerintahan kampung yang semakin kompleks.

Menurutnya, jabatan kepala kampung bukan hanya soal menjalankan program pembangunan, tetapi juga mengemban tanggung jawab besar dalam mengelola administrasi pemerintahan dan keuangan kampung secara akuntabel. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil harus didasarkan pada aturan yang berlaku dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Saya mengingatkan agar kepala kampung selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas. Pahami aturan yang ada dan jangan sampai mengambil keputusan yang justru menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Ia menilai, dalam beberapa tahun terakhir, tidak sedikit aparatur pemerintahan di berbagai daerah yang harus berhadapan dengan proses hukum akibat lemahnya pemahaman terhadap regulasi maupun kurangnya pengawasan dalam pengelolaan anggaran. Kondisi tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh kepala kampung agar lebih cermat dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, transparansi dan kepatuhan terhadap aturan merupakan kunci utama dalam menciptakan pemerintahan kampung yang sehat dan dipercaya masyarakat.

Apalagi saat ini kampung memiliki kewenangan yang cukup besar dalam mengelola anggaran untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Jangan hanya fokus pada pembangunan fisik. Administrasi pemerintahan dan pengelolaan keuangan juga harus tertib. Semua penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain mengingatkan soal aspek hukum, Sri Juniarsih juga meminta para kepala kampung yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban.

Ia berharap para pemimpin kampung dapat membangun komunikasi yang baik dengan perangkat kampung, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga.

Menurutnya, keberhasilan seorang kepala kampung tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan suasana kerja yang harmonis dan kolaboratif dalam pemerintahan kampung.

“Segera jalankan program melalui komunikasi yang baik dengan perangkat kampung. Bangun sinergi agar seluruh program pembangunan dapat berjalan sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Sri juga menekankan pentingnya menjaga integritas selama menjalankan amanah. Kepala kampung harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat, baik dalam sikap maupun dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Ia optimistis empat kepala kampung hasil PAW yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Dengan pengalaman dan dukungan masyarakat, para kepala kampung diharapkan mampu menghadirkan pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

“Saya yakin bapak-bapak profesional dan mampu menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Yang terpenting, selalu bekerja sesuai aturan dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Berau berharap kehadiran empat kepala kampung hasil PAW tersebut dapat memperkuat penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kampung, mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari persoalan hukum. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER