Bunker Rp 44 Miliar Penentu Layanan Kanker di RSUD dr H Jusuf SK, Kontrak Dikejar Sebelum 22 Juli

TARAKAN – Pembangunan bunker radioterapi di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menjadi proyek krusial, yang menentukan pengembangan layanan kanker di Kalimantan Utara. Jika proyek tersebut tidak terealisasi tepat waktu, bantuan alat radioterapi dan kedokteran nuklir dari Kementerian Kesehatan, berpotensi tidak bisa disalurkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Aziz B., Sp.PK, mengatakan bunker merupakan bangunan khusus untuk menempatkan peralatan radioterapi yang memiliki radiasi tinggi.

“Fungsi bunker ini sebagai penunjang layanan kanker. Di dalamnya nanti ditempatkan alat radioterapi dan kedokteran nuklir yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan tahun 2026,” katanya, Kamis (9/7/2026).

Dia menjelaskan, lokasi pembangunan telah disiapkan di lahan kosong sekitar 1.200 meter persegi di samping rumah sakit. Bangunan tersebut didesain berada di bawah permukaan tanah, dengan kedalaman sekitar tiga meter dan dinding beton setebal tiga meter, agar memenuhi standar keamanan radiasi.

Menurut Budy, anggaran pembangunan bunker mencapai sekitar Rp44 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan. Namun hingga kini proyek belum dapat berkontrak, karena masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan administrasi, termasuk dokumen lingkungan dan proses pengadaan yang ditangani Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

“Target kontraknya paling lambat 22 Juli. Saat ini kami masih menunggu proses yang berjalan di pemerintah provinsi,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihak rumah sakit telah beberapa kali berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Kementerian Kesehatan untuk meminta percepatan proses tersebut. Namun hingga kini keputusan masih dinantikan.

Apabila pembangunan bunker tidak dapat dilaksanakan tahun ini, bantuan alat radioterapi dan kedokteran nuklir juga belum bisa direalisasikan. “Kalau bunkernya belum ada, alatnya tidak bisa ditempatkan di sini. Padahal tujuannya supaya pasien kanker di Kalimantan Utara tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk menjalani radioterapi,” jelasnya.

Selain menyiapkan infrastruktur, RSUD dr. H. Jusuf SK juga mulai mempersiapkan tenaga pendukung seperti dokter, radiografer, fisikawan medik, hingga perawat agar layanan dapat langsung berjalan saat peralatan tiba.

Dalam kesempatan itu, Budy juga mengungkapkan alat CT Scan milik RSUD dr. H. Jusuf SK masih dalam proses perbaikan, setelah mengalami kerusakan sekitar dua pekan terakhir.

Teknisi telah melakukan pemeriksaan dan kini rumah sakit menunggu kedatangan suku cadang dari Jakarta. Perbaikan ditargetkan selesai pada pekan depan.

“Setiap hari ada sekitar 12 pasien yang membutuhkan CT Scan. Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa kembali beroperasi,” pungkasnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER