spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BI Kaltara Siapkan Rp 817,3 Miliar untuk Penukaran Uang di Ramadan dan Idulfitri 1445H

TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara) menyiapkan Rp 817,3 Miliar untuk penukaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri 1445H.

Jumlah ini diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat, baik dari jumlah nominal maupun pecahan yang dibutuhkan oleh masyarakat atau sebesar 21 persen di atas proyeksi kebutuhan.

Kepala KPwBI Kaltara, Wahyu Indra Sukma mengatakan, penyediaan kebutuhan uang tunai tersebut telah memperhatikan berbagai asumsi makro ekonomi terkini.

Pada periode Ramadan dan Idul fitri 1445H, Bank Indonesia bersinergi bersama perbankan melayani penukaran uang rupiah di 55 titik penukaran resmi, dengan melibatkan 37 Perbankan yang tersebar di Provinsi Kalimantan Utara yaitu Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan atau Tanjung Selor, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung.

“Untuk mengetahui lokasi dan waktu layanan penukaran dalam kota yang dilakukan Bank Indonesia, masyarakat dapat mengakses Aplikasi PINTAR dan mendaftar penukaran melalui aplikasi yang bisa diakses melalui pintar.bi.go.id,” kata Wahyu.

Bank Indonesia bersama Perbankan di Kota Tarakan akan melayani penukaran uang rupiah bersama di satu titik, yang akan dimulai pada 2 hingga 4 April 2024 bersama dengan Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA dan BPD Kaltimtara.

Baca Juga:   Tarakan Targetkan Angka Stunting Turun

Selain itu masyarakat yang berada di luar kota Tarakan juga dapat melakukan penukaran uang rupiah pada Perbankan umum di daerah masing-masing, dimulai sejak 20 Maret 2024 hingga 8 April 2024 di setiap hari kerja.

Layanan kas keliling Bank Indonesia juga akan dilakukan sebanyak 15 kali untuk kas keliling dalam kota, dan kas keliling luar kota sebanyak 3 kali dengan target minimal 1.800 orang penukar.

Lebih lanjut dijelaskan Wahyu, proyeksi kebutuhan penukaran uang di Kaltara di Ramadan dan Idulfitri tahun ini mencapai Rp 671 miliar. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3 persen dibanding realisasi tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp 651 Miliar.

“Kenaikan proyeksi ini, sebagai langkah antisipasi dari meningkatnya kegiatan aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan Utara pada saat Idul Fitri 1445H,” tutupnya.

Penulis: Ade Prasetia

Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER