spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berharap Performa Bankkaltimtara Meningkat, Bupati Bulungan Ingin PAD Optimal

TANJUNG SELOR – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2023 dan RUPS tahun 2024 Bankaltimtara berlangsung di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Mega Kuningan, belum lama ini.

Bupati Bulungan Syarwani berharap performa bisnis Bankaltimtara terus meningkat di tahun 2024. Sehingga, semakin meningkatkan laba yang tentu meningkatnya besaran pembagian deviden pada seluruh pemegang saham termasuk Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Pengembangan bisnis, perluasan jaringan, dan menangkap peluang investasi sesuai dengan potensi seluruh wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) harus mampu ditangkap oleh Bangkaltimtara.

Bupati menerangkan, keputusan RUPS berdasarkan penyampaian dari seluruh komisaris utama maupun direktur utama.

Pembagian deviden untuk Pemda Bulungan tahun 2023 lebih dari Rp 12 miliar. “Angka ini mengalami kenaikan sekitar Rp 300 juta dibanding tahun sebelumnya,” ujar Bupati Bulungan, Syarwani.

Hal tersebut, kata dia, mesti mendapatkan apresiasi pada segenap jajaran Bankaltimtara. Baik direktur maupun komisaris yang berhasil melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja, yang berdampak pada meningkatnya nilai deviden yang diterima.

Baca Juga:   13-15 April Puncak Arus Balik, Penumpang Disarankan Tak Beli Tiket di Calo

Dalam upaya inovasi dan trobosan bisnis, Bankaltimtara juga menggelar forom invesment bersama para investor yang beroperasi di Kaltara.

Bupati menambahkan, melihat beberapa proyek strategis yang ada di Bulungan terutama KIPI Tanah Kuning, maupun PLTA Kayan Mentarang, Malinau. Merupakan peluang bisnis yang harus ditangkap dan dimaksimalkan.

“Sebenarnya ini menjadi peluang yang harus ditangkap. Kegiatan Bankaltimtara ke depan tidak hanya pada nasabah, harus merambah pada dukungan terhadap kegiatan investasi yang ada di wilayah Kaltara,” ulasnya.

Selain itu, konsistensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bulungan dalam setiap tahunya. Ditunjang dengan meningkatnya Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dari Provinsi Kaltara, deviden Bankaltimtara termasuk sektor penghasil PAD yang terus dimaksimalkan.

“Dengan meningkatnya PAD tentu banyak kegiatan pembangunan yang bisa kita kerjakan. Tentu PAD kita tidak hanya bergantung dari transfer dana dari kementerian ataupun pemerintah pusat saja. Namun berbagai sektor lain terus kita gali dan optimalkan,” tutupnya. (tin)

Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER