spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bappeda Litbang Kaltara: Ada Enam Aspek Fokus Pembangunan pada 2024 Mendatang

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara tengah menyusun rencana pembangunan dan penganggaran untuk tahun 2024 mendatang. Diketahui, ada enam aspek yang difokuskan.

Plt Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara, Bertius menyebut seluruh penganggaran yang dilakukan tidak terlepas dari mandatory spending atau pengeluaran negara yang sudah diatur dalam undang-undang.

“Saat ini Pemprov Kaltara tengah menyusun rencana pembangunan dan penganggaran untuk tahun 2024 nanti,” ungkapnya, Jumat (8/9/2023).

Dia memaparkan, dari enam aspek yang menjadi titik fokus Pemprov Kaltara, salah satunya adalah kegiatan yang bersifat mandatory spending.
“Salah satunya pada bidang kesehatan,” ujarnya.

Bertius menerangkan, selain pada aspek kesehatan, Pemprov Kaltara juga fokus kepada pendidikan dan pengendalian inflasi.

“Karena inflasi menjadi indikator melihat perkembangan ekonomi daerah, apakah dalam kondisi bagus atau tidak,” terangnya.

Disamping itu, Pemprov Kaltara, kata dia intens menjalankan sejumlah kegiatan yang sejalan dengan rencana pembangunan prioritas pemerintah pusat. Termasuk kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan produk dalam negeri.

Baca Juga:   Pelantikan Komisioner KPU Kabupaten/Kota di Kaltara Dijadwalkan Pekan Ini

Selain itu, memasuki tahun politik pemilu 2024 ikut mempengaruhi postur belanja daerah. Hal ini mesti diarahkan, demi menjaga stabilitas politik di daerah.

Termasuk, penganggaran untuk penurunan angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Kaltara. Targetnya, angka kemiskinan bisa zero atau nol persen pada tahun 2024. Karena selain kemiskinan, ada lagi yang disebut dengan kemiskinan ekstrem.

“Kalau tidak salah, angka kemiskinan ekstrem di Kaltara masih di angka 0,63 persen. Kita terus berupaya kalau bisa ditahun 2024 angkanya bisa 0 persen,” imbuhnya.

Kemiskinan ekstrem ini menjadi persoalan penting yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Termasuk instruksi menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten dan Kota Kaltara.

Kendati demikian, Bertius menegaskan, pemerintah berkomitmen menurunkan angka stunting dengan mengalokasikan anggaran ke setiap Kabupaten dan Kota di Kaltara.

“Kita terus jalin kolaborasi pembangunan antara eksekutif dan legislatif. Dengan tujuan memajukan dan memudahkan membangun daerah,” pungkasnya. (tin/and)

Reporter: Martinus Nampur
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER