spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Apindo Tarakan Ungkap Alasan Pertahankan Nilai Alpha di Angka 0,17

TARAKAN – Rapat penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan yang dilakukan di Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Jumat (24/11/2023), sempat berlangsung alot. Sebab masing-masing pihak mengusulkan angka yang berbeda, dimana serikat pekerja meminta nilai alfa 0,30 sementara dari Apindo meminta 0,17.

Ketua Apindo Kota Tarakan, Zaini Mukmin, pun mengungkap sejumlah alasan mengapa mempertahankan nilai alpha 0,17. Dalam rapat pertemuan yang berlangsung hingga malam hari ini, nilai alpha memang bervariasi.

Kata dia, awalnya BPS merilis dimulai dari angka 0,10, 0,15, 0, 20, 0,25 hingga 0,30. Pihak Apindo, pada awalnya mengambil angka 0,10 sementara serikat meminta angka 0,30. Setelah perundingan terjadi perubahan angka turun naik.

“Apindo diminta bergeser, kami bergeser di angka 0,15. Serikat tetap di angka 0,30. Begitu diminta bergeser, Apindo 0,17, serikat di angka 0,25. Tapi karena tidak ada kesepakatan, kan ada tiga unsur Apindo, Serikat Pekerja dan pemerintah, ada tiga opsi,” ucapnya, Jumat (24/11/2023).

Terkait hal ini, pihaknya menyerahkan kepada pemerintah untuk menentukan UMK. “Kembali ke angka awal 0,10. Karena tidak ada kesepakatan sesuai tatib kami kembalikan ke pemerintah. Jadi unsur pemerintah yang menetapkan nanti. Karena angka kami itu angka terakhir di 0,17. Alasan kami ada lima faktor,” ujarnya.

Baca Juga:   Covid-19 Naik Lagi, Dinkes Tarakan Imbau Masyarakat Terapkan 3 M

Untuk nilai alpha 0,10 di versi Apindo mengalami kenaikan sekitar Rp 109.125, 65 atau sekitar 2,69 persen jika dirupiahkan.

Lebih jauh Zaini Mukmin menjelaskan faktor tak bisa menaikkan lagi nilai alpha disebabkan karena beberapa hal, yakni karena UMK Tarakan cukup tinggi, dibanding daerah lainnya se-Kalimantan.

Faktor lainnya, ekspor yang mengalami penurunan dan belum ada jaminan di tahun 2024 akan membaik. Selanjutnya, UMK sekarang tidak dapat  diterapkan pada perusahaan-perusahaan kecil dan menengah. Kemudian, posisi UMK Tarakan jauh di atas median upah. Terakhir, menjaga  agar tidak sampai terjadi pengurangan tenaga kerja.

“Kita harus ada saving dan pertimbangkan jangka panjang,” ujarnya.

Dilanjutkannya, angka 0,17 adalah angka terakhir  dari Apindo. Pihaknya pun menyerahkan kepada pemerintah untuk memutuskan. Jika dikalkulasikan dan dikombinasikan tiga unsur, Apindo 0,17, Serikat Pekerja 0,25 dan pemerintah 0,21 nilai alpha.

“Digabung, 0,23. Jika dibagi tiga dapatnya 0,21 nilai alpha. Nilai ini kami limpahkan ke pemerintah, apapun keputusan pemerintah itu jadi acuan kami. Nilai itu menurut kami dinamis makanya kami serahkan ke pemerintah. Untuk alpha 0,21 dilanjutkannya dalam bentuk rupiah di kisaran Rp 132.816,96 atau sekitar 3,28 peren kenaikan,” katanya. (apc/and)

Baca Juga:   Tarakan Bakal Dapat Dana Intensif Daerah Usai Berhasil Kendalikan Inflasi

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER