Angka Harapan Hidup di Tarakan Naik, Khairul Fokus Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia, seiring naiknya angka harapan hidup di Tarakan yang kini mencapai 74 tahun. Wali Kota Khairul menyampaikan, bahwa peningkatan umur panjang harus diimbangi program yang menjaga produktivitas, kesehatan, dan kemandirian lansia.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 Melati Indah pada Sabtu (29/11/2025). Momentum tersebut dia gunakan untuk menegaskan bahwa program seperti Sekolah Lansia bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot dalam membangun kota yang tangguh terhadap perubahan demografi.

Khairul menyoroti bahwa jumlah lansia di Tarakan terus meningkat, sehingga dibutuhkan pendekatan baru yang tidak hanya fokus pada layanan kesehatan tetapi juga literasi, aktivitas sosial, dan pendidikan non-formal. Menurutnya, lansia yang aktif dan terlibat dalam kegiatan sehari-hari akan lebih sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

“Long life study. Kita tidak boleh berhenti belajar. Para lansia inilah yang memberi contoh bahwa usia tidak membatasi kesempatan seseorang untuk bertumbuh dan mengembangkan diri,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada 32 peserta Sekolah Lansia Melati Indah, yang dinilai mampu menunjukkan semangat belajar yang kuat. Semangat tersebut, kata Khairul, menjadi modal penting untuk membentuk generasi lansia yang tidak hanya panjang umur, tetapi juga lebih mandiri dan produktif.

Dia menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus mendorong program pendidikan dan pembinaan yang menyasar warga lanjut usia. Khairul menilai Sekolah Lansia merupakan salah satu model yang efektif untuk meningkatkan kapasitas, memperluas relasi sosial, serta membantu lansia menjaga kesehatan fisik dan mental.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang ikut program ini. Semangat belajar yang kalian tunjukkan adalah inspirasi bagi generasi di bawahnya,” katanya.

Dengan semakin panjangnya usia harapan hidup di Tarakan, Khairul menilai perlunya percepatan program-program yang memperkuat ketahanan para lansia, agar tetap berdaya dan terlibat aktif dalam masyarakat. Program pendidikan non-formal seperti Sekolah Lansia disebut menjadi salah satu langkah yang terus diperkuat ke depan.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER