TANJUNG SELOR – Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konferkab) DPD PDI Perjuangan Kalimantan Utara (Kaltara) resmi digelar secara serentak di Tanjung Selor sejak Minggu 19 Oktober 2025, kemarin.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Eksekutif DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyampaikan hasil dari Konferda dan Konferkab tersebut. Dalam pemilihan kali ini, Albertus Stefanus Marianus kembali terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Kaltara.
Adapun untuk kepemimpinan DPC di lima kabupaten dan kota, Ketua DPC PDIP Kabupaten Nunukan dijabat oleh Iwan Sabri, Kabupaten Bulungan oleh Markus Juk, Kota Tarakan oleh Edy Patanan, Kabupaten Tana Tidung oleh Sabri, dan Kabupaten Malinau oleh Bilung.
“Jadi kepemimpinan partai yang berganti itu hanya di Nunukan dan Tana Tidung,” ujar Deddy yang akrab disapa Bang Deddy.
Menurutnya, meski sebagian besar struktur kepengurusan masih sama, ada penyegaran pada posisi sekretaris baik di tingkat DPD maupun DPC. Hal ini merupakan bagian dari proses regenerasi dan transisi kepemimpinan di tubuh PDIP Kaltara.
“Sekarang sekretaris-sekretaris partai diisi oleh anak-anak muda. Karena kita sadar, pada Pemilu 2029 nanti sekitar 60 persen pemilih adalah generasi muda berusia produktif antara 17 hingga 45 tahun,” ungkap Deddy.
Adapun posisi sekretaris yang berganti yakni Sekretaris DPD PDIP Kaltara dijabat oleh Arming yang juga merupakan anggota DPRD Kaltara.
Sementara itu Sekretaris DPC PDIP Bulungan dijabat oleh Abdul Halim Perkasa yang juga anggota DPRD Bulungan, di Malinau dijabat oleh Wiliam Gerson, di Nunukan oleh Sadam Husein, dan di Tarakan oleh Hendrik Hendrawan.
Lebih lanjut, Deddy menambahkan bahwa PDIP Kaltara juga memberikan ruang lebih besar bagi perempuan dalam struktur kepengurusan partai.
“Perwakilan perempuan kita tidak hanya memenuhi batas minimal 30 persen, tapi justru ditingkatkan. Misalnya yang seharusnya lima kita naikkan menjadi enam. Dengan Jumlah pengurus DPD ada 19 orang dan untuk DPC masing-masing 17 orang. Dari total itu lebih dari 30 persen adalah perempuan,” tandasnya.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


