BMKG Prediksi Kabut Asap Masih Menyelimuti Tarakan Sepekan

TARAKAN – Kabut asap diprediksi masih menyelimuti Kota Tarakan, Kalimantan Utara, dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi udara Tarakan akan didominasi udara kabur akibat kabut asap dan cuaca berawan.

Forecaster on Duty BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra, mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan arah angin serta masih aktifnya titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan.

Pada pagi hingga sore hari, angin di Tarakan diperkirakan dominan bertiup dari arah tenggara, selatan, dan barat daya. Kondisi ini memungkinkan asap dari wilayah yang memiliki titik api terbawa menuju Tarakan.

“Pada waktu pagi hingga sore didominasi dari arah tenggara, selatan, dan barat daya sehingga asap yang bersumber dari titik api dari arah tersebut akan terbawa ke Tarakan,” kata Reza, Senin (7/9/2026).

Sementara pada malam hari, arah angin diperkirakan berubah menjadi dari timur. Kondisi ini berpotensi membantu mengurangi kabut asap yang berada di Tarakan.

Namun, pada waktu tertentu, terutama dini hari hingga pagi, angin dapat berada dalam kondisi tenang (calm). Situasi tersebut membuat asap lebih sulit terdorong menjauh dari wilayah Tarakan.

Reza menjelaskan, kondisi atmosfer tertentu juga dapat menyebabkan asap tertahan di dekat permukaan. Ketika suhu udara di atas lapisan permukaan lebih hangat dibandingkan suhu di dekat permukaan, asap cenderung tidak bergerak naik dan menyebar secara horizontal.

Akibatnya, konsentrasi asap di dekat permukaan dapat menjadi lebih pekat. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan curah hujan yang masih relatif rendah. BMKG memprediksi curah hujan Tarakan dalam sepekan ke depan berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan akumulasi sekitar 35–50 milimeter dalam tujuh hari.

Curah hujan yang masih terbatas juga belum cukup untuk secara signifikan mengurangi titik api di Kalimantan. Terlebih, hujan yang terjadi bersifat lokal sehingga tidak merata.

BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai dampak kabut asap terhadap kesehatan. Masyarakat diminta menjaga kesehatan dan hidrasi tubuh dengan memperbanyak minum air putih serta menjaga kebersihan lingkungan.

Jika kualitas udara menurun, masyarakat disarankan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap semakin pekat.

“BMKG juga mengingatkan masyarakat menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, khususnya di area terbuka dan semak belukar yang kering,” pungkasnya.

Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER