Pemkab Bulungan Andalkan TAKE untuk Perkuat Program Bulungan Hijau

TANJUNG SELOR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kawasan ekonomi hijau berbasis ekologi. Komitmen tersebut dijalankan sejak 2023 hingga 2026, sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bulungan, Syarwani, menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi hijau tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Bulungan Hijau. Program ini tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga diarahkan agar masyarakat di tingkat desa mendapatkan manfaat secara langsung dari kebijakan pemerintah daerah.

“Program ini kita kemas melalui program transfer anggaran kabupaten, yang berbasis ekologi langsung kepada teman-teman di desa,” ujar Syarwani, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, kebijakan ini menjadi salah satu inovasi yang digagas Pemkab Bulungan untuk memperkuat peran pemerintah desa, dalam menjaga lingkungan dan mengelola potensi kawasan secara berkelanjutan.

Program yang dikenal dengan Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) tersebut, diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mendorong desa agar semakin aktif dalam menjaga kawasan, serta menjalankan berbagai program yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan.

Syarwani mengatakan, pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan pada dasarnya dapat berjalan beriringan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menghadirkan kebijakan yang dapat memberikan dukungan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan, baik kawasan utama maupun kawasan penyangga.

“Akan tetapi semangat untuk menjaga kawasan, semangat untuk meningkatkan ekonomi kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan, baik kawasan utama maupun di luar itu bisa kita support melalui kebijakan daerah dalam bentuk transfer anggaran berbasis ekologi,” tuturnya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat, dengan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, kawasan yang memiliki nilai ekologis tetap dapat dijaga, sementara masyarakat di sekitarnya memperoleh ruang untuk meningkatkan taraf kesejahteraan.

Melalui kebijakan ini, Pemkab Bulungan berharap pembangunan berbasis ekologi tidak hanya menjadi konsep, tetapi dapat diterapkan secara nyata hingga tingkat desa. Keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.(*)

Pewarta: Martinus
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER