30 Titik Rawan Longsor di Tarakan Dapat Bantuan Turap Rp5 Juta

TARAKAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan kembali menyalurkan bantuan stimulan untuk warga yang tinggal di titik rawan longsor. Tahun ini, bantuan material pembangunan turap diberikan kepada masyarakat di 30 titik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Yonsep mengatakan, penyerahan bantuan secara simbolis dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

“Ada 30 titik penerima bantuan stimulan yang diberikan oleh pemerintah, untuk pemasangan penghambat lajunya longsor susulan di seluruh kelurahan yang ada titik longsor itu,” kata Yonsep, Kamis (27/8/2026).

Puluhan titik tersebut tersebar di empat wilayah kecamatan, yakni Tarakan Utara, Tarakan Tengah, Tarakan Timur, dan Tarakan Barat. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan hasil asesmen, serta tingkat kerawanan di masing-masing lokasi.

Setiap titik mendapat bantuan senilai Rp5 juta berupa material. Bantuan tersebut meliputi balok, papan, paku, dan semen. Sementara pengerjaan turap dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.

Yonsep menjelaskan, bantuan tersebut bersifat stimulan. Selain menyediakan material, pemerintah memberikan arahan teknis kepada warga mengenai pemasangan turap sederhana untuk menghambat pergerakan tanah.

“Selain mengurangi risiko bencana, pelaksanaan program secara gotong royong juga diharapkan kembali membangun kepedulian dan kerja sama antarwarga di lingkungan penerima bantuan,” ujarnya.

Program stimulan penanganan longsor ini bukan kali pertama dilakukan Pemkot Tarakan. Menurut Yonsep, program tersebut telah berjalan setiap tahun sejak awal masa kepemimpinan Wali Kota Tarakan.

Warga atau RT yang pernah menerima bantuan juga masih dapat kembali menjadi penerima, apabila terjadi longsor susulan atau tingkat kerawanannya meningkat.

“Bisa saja dia menerima. Daerah itu, RT itu bisa menerima lebih daripada sekali. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan kondisi dan tingkat kebutuhan,” jelasnya.

Sejumlah kawasan seperti Karang Anyar dan Kampung Bugis, masih menjadi perhatian karena memiliki kontur dan lereng yang rawan mengalami pergerakan tanah.

Namun, pembangunan turap tersebut bukan untuk menghilangkan potensi longsor sepenuhnya. Penanganan lebih difokuskan untuk memperlambat laju material tanah dan menekan risiko korban.

“Yang pertama itu mengurangi kecepatan longsoran, yang kedua adalah mengurangi risiko longsor yang mengakibatkan korban. Itu kan tujuannya,” tegas Yonsep.

Menurutnya, mitigasi melalui turap sementara menjadi pilihan yang lebih memungkinkan dibandingkan merelokasi seluruh warga dari kawasan rawan longsor. Relokasi dinilai membutuhkan biaya yang besar.

Yonsep menyebut program tersebut sejauh ini memberikan dampak. Lokasi yang telah mendapatkan penanganan cenderung mengalami lebih sedikit longsor susulan.

“Ya sementara ini efektif karena jumlah longsor susulan itu semakin kecil. Yang artinya ada dampaknya,” tuturnya.

Untuk 2026, kejadian longsor di Tarakan juga disebut relatif menurun. Hingga wawancara dilakukan, BPBD mencatat sekitar tiga kejadian longsor.

Cuaca yang dinilai tidak seekstrem periode sebelumnya menjadi salah satu faktor. Sementara kejadian longsor yang menimbulkan korban jiwa terjadi pada akhir 2025, dan lokasi tersebut telah mendapat penanganan melalui program stimulan.

Selain 30 titik pada tahap ini, Pemkot Tarakan juga menyiapkan anggaran lanjutan melalui perubahan anggaran 2026. Namun, jumlah penerima berikutnya belum dapat dipastikan karena masih menunggu kejadian dan hasil asesmen di lapangan.

“Penanganan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas dan hasil asesmen dari bidang terkait,” pungkasnya.

Pewarta: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER