TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani resmi menutup turnament sepak bola tingkat pelajar se-Kabupaten Bulungan, Kamis (13/8/2026). Dalam sambutanya, Syarwani menerangkan bahwa pembinaan bibit unggul di bidang olahraga harus dikembangkan sejak dini salah satunya lewat turnament sepak bola.
“Kegiatan olahraga ini harus dilaksanakan sejak usia dini, termasuk melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Bulungan. Dan ada empat cabang olahraga yang kita pertandingkan dalam kegiatan Liga Pelajar tahun 2026, bola poli, sepak bola, ada taekwondo dan cabang olahraga tenis meja,” kata Syarwani.
“Alhamdulillah antusias, dukungan termasuk dukungan dari teman-teman guru, kepala sekolah Kabupaten Bulungan di tiket SD dan SMP sangat luar biasa. Dan tentu ini menjadi bentuk kepedulian dan sekaligus komitmen kita bersama bahwa pembinaan, penyiapan atlet-atlet muda di Kabupaten Bulungan dari berbagai macam cabang olahraga prestasi itu tidak bisa kita laksanakan secara instan, tapi harus dilaksanakan secara usia dini. Dan salah satu panggungnya kita harus siapkan melalui kegiatan Liga Pelajar di tahun 2026,” tukasnya.

Soal fasilitas sarana dan prasarana pada satuan pendidikan yang belum memadai, kata Syarwani tentu itu menjadi perkerjaan rumah pemerintah daerah saat ini.
“Itu menjadi PR ya, tapi kan artinya dalam kondisi tertentu kita juga mendorong, mungkin tidak semuanya harus fasilitas olahraga itu lengkapi di sekolah. Tapi ketika mungkin ada lapangan sepak bola, tentu teman-teman guru di setiap sekolah bisa memaksimalkan potensi adik-adik kita yang hobi dan gemar olahraga sepak bola,” jelasnya.
Dan termasuk juga mungkin turunannya dalam kegiatan misalnya sepak bola mini soccer, ataupun mungkin juga untuk jenis futsal. dan tentu hal itu sangat mungkin dan di lapangan sekolah yang saya perhatikan di beberapa titik yang ada di bulungan di SD bahkan sampai di Long Peso itu juga setiap sekolah rata-rata memiliki lapangan di samping fungsi olahraga tentu fungsi upacara.
“Kita berharap keterbatasan itu jangan dilihat sebagai penghalang tapi jadikan itu sebagai motivasi dalam mengembangkan karir anak didik kita, ” tandasnya. (tin/and)
Reporter: Martinus
Editor: Andhika


