TARAKAN – Peluang kerja di luar negeri bagi lulusan SMK asal Kalimantan Utara (Kaltara) terbuka di sejumlah negara, di antaranya Jepang dan Turki. Kebutuhan tenaga kerja tersebut disesuaikan dengan kompetensi lulusan, mulai dari bidang perikanan hingga hospitality.
Peluang tersebut disampaikan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara melalui sosialisasi program SMK Go Global yang digelar di Tarakan, Kamis (31/7/2026). Kegiatan itu bertujuan menyiapkan lulusan agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Ketua Tim Kelembagaan dan Kerja Sama BP3MI Kalimantan Utara, Usman Affan, mengatakan setiap calon pekerja akan dipetakan berdasarkan jurusan dan kompetensinya sebelum mengikuti pembekalan.
“Program kita ini peningkatan kapasitas bagi alumni SMK sesuai jurusan dan jabatan yang ada di luar negeri. Mereka diberikan pelatihan teknis maupun bahasa asing sesuai pekerjaan dan negara tujuan penempatan,” ujarnya.
Usman menjelaskan, sektor hospitality, khususnya housekeeping, menjadi salah satu bidang yang banyak dibutuhkan untuk penempatan di Turki. Sementara lulusan SMK dengan kompetensi di bidang perikanan diproyeksikan memiliki peluang bekerja di Jepang.
“SMKN 3 Tarakan misalnya, yang fokus di bidang perikanan, kita proyeksikan ke Jepang. Untuk hospitality, khususnya housekeeping, peluangnya ada di Turki,” katanya.
Dia menambahkan, kesempatan bekerja di luar negeri tidak hanya terbuka bagi lulusan SMK, tetapi juga lulusan SMA yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. Sebelum diberangkatkan, peserta akan mendapatkan pelatihan bahasa asing yang disesuaikan dengan negara tujuan.
“Kalau tujuannya ke Korea, kita siapkan bahasa Korea. Intinya mereka sudah memiliki bekal dari sekolah, tinggal kita tingkatkan kapasitasnya sesuai kebutuhan negara penempatan,” jelasnya.
Menurut Usman, seluruh proses penyiapan calon pekerja dilakukan melalui jalur resmi agar memenuhi standar kompetensi dan memperoleh perlindungan selama bekerja di luar negeri.
Meski peluang kerja cukup besar, ia mengakui jumlah pekerja migran asal Kalimantan Utara yang bekerja secara prosedural di luar negeri masih terbatas. Karena itu, BP3MI terus melakukan pemetaan dan peningkatan kapasitas lulusan agar lebih banyak tenaga kerja asal Kaltara dapat mengisi kebutuhan di berbagai negara.
“Kita upayakan tahun ini sudah ada yang bisa diberangkatkan. Kalau belum, paling tidak persiapannya sudah matang sehingga lebih banyak lulusan Kaltara bisa memanfaatkan peluang kerja di luar negeri,” pungkasnya. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


